Foto Ronaldo Kibarkan Bendera Palestina Ternyata Hoaks, Aslinya Bendera Portugal
Foto Ronaldo Kibarkan Bendera Palestina Ternyata Hoaks

Foto Viral Ronaldo Kibarkan Bendera Palestina Ternyata Rekayasa Digital

Sebuah unggahan foto yang beredar luas di berbagai platform media sosial belakangan ini mengklaim menampilkan bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, sedang membentangkan bendera Palestina. Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan dari netizen.

Klaim yang Menyebar di Facebook dan Platform Lain

Narasi yang menyertai foto itu menyatakan bahwa Ronaldo menunjukkan dukungannya terhadap Palestina dengan aksi membentangkan bendera negara tersebut. Salah satu akun Facebook membagikan foto tersebut pada tanggal 28 Maret 2026, dilengkapi dengan keterangan yang mendukung klaim tersebut. Penyebaran konten ini terjadi dalam konteks isu-isu global yang sedang hangat diperbincangkan.

Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, terungkap bahwa foto tersebut bukanlah gambar asli. Investigasi yang cermat menunjukkan bahwa foto itu merupakan hasil rekayasa digital atau editan yang dilakukan dengan tujuan tertentu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fakta Sebenarnya: Ronaldo dengan Bendera Portugal

Dalam foto aslinya, yang menjadi sumber dari editan tersebut, Cristiano Ronaldo justru membentangkan bendera Portugal, negara asalnya. Ronaldo, yang dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa, memang sering kali menunjukkan kebanggaannya terhadap Portugal dalam berbagai kesempatan, termasuk di lapangan hijau dan acara-acara publik.

Perbedaan antara foto asli dan yang telah dimanipulasi cukup jelas terlihat jika diperhatikan dengan seksama. Tim Cek Fakta Kompas.com membandingkan kedua versi foto tersebut dan menemukan bukti-bukti visual yang mengonfirmasi bahwa bendera Palestina telah ditambahkan secara digital ke dalam gambar.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikan konten di media sosial. Banyak hoaks dan disinformasi yang beredar dengan tujuan memengaruhi opini publik atau menciptakan narasi tertentu, sering kali memanfaatkan figur terkenal seperti Cristiano Ronaldo untuk meningkatkan kredibilitas palsu.

Publik disarankan untuk selalu memeriksa sumber informasi, melihat konteksnya, dan merujuk pada lembaga cek fakta terpercaya seperti Kompas.com untuk menghindari tertipu oleh berita bohong. Dalam era digital ini, kewaspadaan terhadap konten yang direkayasa menjadi kunci untuk menjaga integritas informasi yang kita konsumsi dan sebarkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga