Shia LaBeouf Diwajibkan Jalani Rehabilitasi dan Tes Narkoba Pasca Penangkapan
Aktor Hollywood terkenal, Shia LaBeouf, kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang lebih berat setelah penangkapannya terkait dugaan penyerangan di New Orleans. Pengadilan Distrik Kriminal New Orleans telah memerintahkan LaBeouf untuk menjalani rehabilitasi serta program tes narkoba secara rutin sebagai bagian dari persyaratan pembebasan bersyaratnya.
Kronologi Penangkapan dan Tuduhan
LaBeouf, yang dikenal melalui perannya dalam film Transformers, ditangkap pada Selasa, 17 Februari 2026, setelah diduga terlibat dalam insiden penyerangan di sebuah bisnis di Royal Street, kawasan French Quarter, New Orleans. Dua pria dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut, dengan salah seorang anggota staf mengaku telah dipukul.
Pada sidang yang digelar Rabu, 26 Februari, Hakim Simone Levine dari Pengadilan Distrik Kriminal New Orleans mengambil keputusan signifikan dengan mencabut pembebasan tanpa jaminan sebelumnya dan menetapkan jaminan sebesar 100.000 dolar AS atau setara dengan Rp 1,68 miliar. Keputusan ini mencerminkan keseriusan kasus yang dihadapi LaBeouf.
Pertimbangan Hakim dan Tuduhan Tambahan
Hakim Levine menyatakan bahwa keputusan untuk meningkatkan persyaratan jaminan dan menambahkan rehabilitasi serta tes narkoba didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap "keseriusan pelanggaran yang dituduhkan". Selain dugaan penyerangan fisik, catatan pengadilan juga menyebutkan adanya komentar homofobik yang dilaporkan selama insiden, yang semakin memperberat tuduhan terhadap aktor berusia 38 tahun tersebut.
Program rehabilitasi dan tes narkoba yang diwajibkan ini bertujuan untuk memastikan LaBeouf dapat mengatasi masalah pribadi yang mungkin berkontribusi pada perilaku kriminalnya. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Dampak dan Reaksi Publik
Kasus ini bukan pertama kalinya LaBeouf menghadapi masalah hukum terkait kekerasan. Sebelumnya, ia juga pernah ditangkap atas dugaan penganiayaan di New Orleans, yang menunjukkan pola perilaku yang mengkhawatirkan. Keputusan pengadilan untuk memasukkan rehabilitasi sebagai syarat pembebasan mendapat perhatian luas dari media dan publik, mengingat reputasi LaBeouf sebagai figur publik.
Dengan jaminan yang mencapai miliaran rupiah dan kewajiban menjalani program pemulihan, LaBeouf kini berada di bawah pengawasan ketat sistem peradilan. Proses hukum ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjadi momentum bagi aktor tersebut untuk memperbaiki diri.
