Nunun Lusida Tuduh Vicky Prasetyo Pinjam Rp700 Juta untuk Modal Politik
Nunun Lusida (60) mengaku menjadi korban dari artis Vicky Prasetyo yang diduga meminjam uang senilai Rp700 juta untuk keperluan modal politik. Dalam sebuah jumpa pers yang digelar di daerah Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (16/2/2026), Nunun dengan tegas mempertanyakan itikad baik Vicky Prasetyo untuk melunasi utang tersebut.
Gaya Hidup Mewah di Media Sosial Jadi Sorotan
Nunun menyatakan bahwa ia melihat gaya hidup mewah Vicky Prasetyo melalui berbagai unggahan di media sosial. Ia mengungkapkan kekecewaannya dengan menyebutkan bahwa usaha Vicky terlihat maju, termasuk membuka bisnis baru dan membeli rumah bernilai miliaran rupiah. "Saya lihat di media sosial, usahanya terlihat maju, membuka bisnis, beli rumah miliaran. Tapi kenapa uang saya tidak dikembalikan?" kata Nunun sambil menahan tangis.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen Vicky Prasetyo dalam memenuhi kewajiban finansialnya, terutama mengingat pinjaman tersebut diklaim digunakan untuk tujuan politik. Nunun menekankan bahwa ia merasa dirugikan dan mengharapkan penyelesaian yang adil atas masalah ini.
Dampak dan Implikasi dari Tuduhan Ini
Kasus ini menyoroti potensi risiko dalam transaksi keuangan yang melibatkan figur publik, di mana gaya hidup yang dipamerkan di media sosial dapat bertolak belakang dengan kewajiban utang. Nunun berharap tuntutannya didengar dan Vicky Prasetyo segera mengambil langkah konkret untuk melunasi pinjaman tersebut. Insiden ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam urusan pinjam-meminjam, terutama yang berkaitan dengan jumlah besar dan tujuan spesifik seperti modal politik.



