Kuasa Hukum Ungkap Teror Anonim ke Cindy Rizap, Ada Ancaman Pembunuhan
Kuasa Hukum Ungkap Teror Anonim ke Cindy Rizap

Kuasa hukum dokter koas sekaligus selebgram Cindy Rizap, Machi Achmad, secara terbuka mengungkapkan bahwa kliennya mengalami berbagai bentuk teror yang intens setelah namanya viral di media sosial. Viralnya nama Cindy terkait dengan dugaan perselingkuhan dengan dr. Riky Febriansyah, suami dari artis Maissy Pramaisshela, memicu gelombang reaksi negatif yang meluas.

Ancaman Pembunuhan dari Akun Anonim

Machi menyatakan bahwa teror yang diterima Cindy sudah melampaui batas kewajaran dan mencakup ancaman serius terhadap keselamatannya. Dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (19/3/2026), ia menegaskan bahwa salah satu bentuk teror tersebut adalah ancaman pembunuhan yang disampaikan melalui akun anonim di platform media sosial.

"Salah satunya ancaman pembunuhan kepada klien kami. Itu kan sudah tidak benar. Memakai akun anonim seolah-olah Cindy ini, tanda kutip, mau digorok. Itu sudah keterlaluan," kata Machi dengan nada tegas. Pernyataan ini menekankan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh Cindy, di mana keamanan pribadinya terancam oleh tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak-pihak tak dikenal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tudingan 'Gundik' dan Dampak Psikologis

Selain ancaman pembunuhan, beredar pula tudingan yang menyebut Cindy sebagai 'gundik' dalam kasus ini. Machi mengungkapkan bahwa tudingan semacam ini tidak hanya merusak reputasi kliennya, tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang berat. Ia menambahkan bahwa teror ini telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari Cindy, termasuk aktivitas profesionalnya sebagai dokter koas.

"Klien kami sedang menjalani proses hukum dan berusaha fokus pada kariernya, namun teror ini mengganggu konsentrasinya," ujar Machi. Ia juga menyoroti bahwa penggunaan akun anonim dalam media sosial sering kali memfasilitasi penyebaran ujaran kebencian dan ancaman tanpa bisa dilacak dengan mudah, sehingga memperparah situasi.

Langkah Hukum yang Ditempuh

Machi mengindikasikan bahwa tim hukumnya sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukum untuk menangani kasus teror ini. Ia menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi korban yang mengalami intimidasi di dunia maya, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan selebritas atau publik figur.

"Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku teror, baik melalui jalur pidana maupun perdata, untuk memastikan keadilan bagi klien kami," tegas Machi. Ia berharap pengungkapan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya cyberbullying dan pentingnya menghormati privasi serta hak asasi orang lain.

Kasus ini menyoroti bagaimana viralitas di media sosial dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman nyata, dan menuntut perhatian serius dari pihak berwajib serta platform digital untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga