Keponakan Raja Pop, Jaafar Jackson, berhasil mencuri perhatian dunia sebagai pemeran utama dalam film biopik Michael. Namun, di balik kesuksesannya, ia ternyata sempat diliputi keraguan untuk memasuki dunia akting dan mengambil peran besar tersebut.
Keraguan Awal Jaafar
Sutradara Antoine Fuqua baru-baru ini membagikan cerita di balik layar tentang perjalanan panjang Jaafar dalam menghayati sosok pamannya. Dalam wawancara dengan Deadline, Fuqua mengungkapkan bahwa semuanya dimulai dari sebuah foto yang membuatnya terpana karena kemiripan fisik antara Jaafar dan Michael. Meski demikian, ia merasa perlu melakukan pembuktian lebih lanjut.
Proses Pembuktian
Fuqua menjelaskan bahwa Jaafar awalnya ragu karena belum memiliki pengalaman akting yang memadai. Namun, melalui serangkaian latihan intensif dan pendalaman karakter, Jaafar akhirnya mampu menangkap esensi dari Michael Jackson. Proses ini melibatkan latihan vokal, gerakan tari, dan pemahaman mendalam tentang kehidupan pribadi sang legenda.
Film biopik Michael sendiri telah menelan biaya produksi sekitar Rp 3,4 triliun dan direncanakan memiliki sekuel. Kehadiran Jaafar sebagai Michael Jackson mendapat sambutan positif dari penonton global, membuktikan bahwa keraguan awalnya tidak menghalangi kesuksesan.



