Penyanyi Denada tak kuasa menahan tangis saat mengingat kembali momen pahit dalam hidupnya. Ia harus merelakan anaknya, Ressa Rizky Rossano, dibawa ke Banyuwangi dan diasuh oleh keluarga dari adik ibunya. Dalam sebuah konten di kanal Feni Rose Official, emosi Denada memuncak saat ia berusaha menjelaskan situasi tersebut kepada publik.
Rencana Awal Hidup Berdua dengan Ressa
Denada dengan suara terbata-bata menegaskan bahwa sejak awal, ia tidak pernah berniat untuk membuang Ressa. Saat memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya, rencana utamanya adalah hidup berdua dengan sang anak. "Aku tidak pernah membuang dia," kata Denada sambil air matanya mulai mengalir deras. Ia menekankan komitmennya sebagai seorang ibu yang telah berjuang sejak awal.
Permohonan kepada Publik
Dengan hati yang tersayat, Denada melanjutkan permohonannya agar tidak ada lagi yang menyebut tindakannya sebagai membuang anak. "Aku jaga dia, aku pertahankan dia, dan aku lahirkan dia. Jadi tolong, tolong jangan ada yang ngomong kayak gitu (membuang) sama Ressa, jangan," ujarnya dengan penuh harap. Pernyataan ini menunjukkan betapa dalam luka yang ia rasakan akibat stigma yang mungkin muncul di masyarakat.
Keputusan untuk merelakan Ressa dibawa ke Banyuwangi dan diasuh oleh keluarga dari adik ibunya tampaknya bukanlah pilihan mudah bagi Denada. Situasi ini menggambarkan kompleksitas dalam pengasuhan anak, terutama dalam konteks keluarga besar. Meski terpisah secara fisik, Denada tetap berusaha memastikan bahwa Ressa mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang layak.
Momen emosional ini mengingatkan kita pada pentingnya empati dan pemahaman terhadap perjalanan hidup setiap individu, tanpa terjebak dalam penilaian yang gegabah. Denada, melalui tangisnya, telah membuka hati tentang perjuangannya sebagai seorang ibu dalam menghadapi tantangan hidup yang tak terduga.
