Dokter Cindy Rizap Tegaskan Tidak Ada Hubungan Khusus dengan dr. Riky Febriansyah
Dokter koas sekaligus selebgram Cindy Rizap akhirnya angkat bicara secara resmi terkait isu perselingkuhan yang menyeret namanya dengan dr. Riky Febriansyah, suami dari mantan artis cilik Maissy Pramaisshela. Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (19/3/2026), Cindy dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.
Pernyataan Tegas Didampingi Kuasa Hukum
Didampingi oleh kuasa hukumnya, Machi Achmad, Cindy menyampaikan klarifikasi yang singkat namun jelas. "Intinya untuk hubungan saya dengan Dokter R itu tidak ada. Sudah itu saja," ujarnya dengan nada tegas. Pernyataan ini langsung menepis spekulasi yang beredar luas di media sosial dan platform daring lainnya.
Machi Achmad, sebagai perwakilan hukum, menegaskan bahwa kliennya siap mengambil langkah hukum jika diperlukan untuk melindungi nama baiknya dari fitnah dan pencemaran nama baik yang terus berlanjut.
Bantahan Terhadap Dugaan Liburan Bersama di Jepang
Selain membantah adanya hubungan khusus, Cindy melalui Machi juga secara spesifik menanggapi rumor yang menyebut dirinya berlibur bersama dr. Riky Febriansyah di Jepang. "Klien saya menyangkal semua tuduhan tidak berdasar tersebut, termasuk soal perjalanan ke Jepang yang sama sekali tidak benar," jelas Machi dalam kesempatan yang sama.
Rumor ini sebelumnya viral di kalangan warganet, menambah panasnya situasi yang sudah memicu berbagai komentar dan dugaan dari publik. Cindy menegaskan bahwa semua informasi tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
Latar Belakang Kasus yang Menggemparkan
Kasus ini mencuat setelah dr. Riky Febriansyah dikabarkan sudah tidak tinggal serumah dengan istrinya, Maissy Pramaisshela, mantan artis cilik yang dikenal luas. Pemberitaan sebelumnya menyebutkan adanya ketegangan dalam rumah tangga mereka, yang kemudian dikaitkan dengan nama Cindy Rizap.
Sebagai dokter koas dan figur publik dengan pengikut yang signifikan di media sosial, Cindy Rizap kini harus menghadapi tekanan publik dan investigasi media. Konferensi pers ini menjadi upayanya untuk mengklarifikasi situasi dan menghentikan penyebaran informasi yang dianggap merugikan.
Dengan volume pemberitaan yang meningkat sekitar 20 persen dari laporan awal, kasus ini terus menjadi sorotan, menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, termasuk kemungkinan respons dari dr. Riky Febriansyah dan Maissy Pramaisshela.



