Trio Laleilmanino Berduka Kehilangan Vidi Aldiano, Nino Ungkap Sisi Positif
Laleilmanino Berduka Kehilangan Vidi Aldiano, Nino Ungkap Sisi Positif

JAKARTA, KOMPAS.com - Trio Laleilmanino, yang terdiri dari Anindyo Baskoro (Nino), Lale, dan Ilman, masih dalam kondisi berduka mendalam setelah kehilangan sahabat dekat mereka, Vidi Aldiano. Kepergian Vidi meninggalkan luka yang dalam bagi ketiga musisi tersebut, terutama bagi Nino yang mewakili perasaan Lale dan Ilman dalam menghadapi rasa kehilangan ini.

Rasa Duka yang Mendalam

Anindyo Baskoro, yang akrab disapa Nino, mengungkapkan bahwa dirinya masih dalam proses mencerna rasa kehilangan atas kepergian Vidi Aldiano. Dalam sebuah pertemuan di Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Maret 2026, Nino dengan terbuka mengakui kesedihannya. "Sedih itu pasti, dari kemarin saya sudah memakai waktu sebanyak-banyaknya untuk meratapi kepergiannya (Vidi)," kata Nino dengan suara yang terdengar berat.

Nino menjelaskan bahwa kehilangan Vidi bukan hanya sekadar kehilangan seorang rekan kerja, tetapi lebih dari itu, Vidi adalah sahabat yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan mereka. Proses berduka ini menjadi bagian alami dalam menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Harapan di Balik Kesedihan

Meskipun diliputi kesedihan, Nino mencoba melihat sisi positif dari situasi ini. Dia berharap bahwa setelah masa duka berlalu, akan muncul keinginan untuk merayakan kehidupan Vidi Aldiano. "Tapi selesai sedihnya semoga nanti hadir pula rasa ingin merayakan kehidupannya," lanjut Nino dengan penuh harap.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa di balik rasa duka yang mendalam, Nino dan rekan-rekannya berusaha untuk tetap optimis dan menghormati warisan serta kenangan indah yang ditinggalkan oleh Vidi. Mereka ingin mengingat Vidi bukan hanya sebagai sosok yang telah pergi, tetapi sebagai seseorang yang hidupnya layak untuk dirayakan.

Perspektif Positif dari Kehilangan

Nino juga mengungkapkan bahwa meskipun kehilangan sahabat adalah pengalaman yang menyakitkan, dia justru melihat sisi baik dari situasi ini. Kepergian Vidi telah membuka mata mereka tentang betapa berharganya setiap momen dalam hidup dan pentingnya menghargai hubungan persahabatan.

Dia menekankan bahwa pengalaman ini mengajarkan mereka untuk lebih menghargai satu sama lain dan tidak menganggap remeh waktu yang dimiliki bersama. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Trio Laleilmanino dalam menjalani kehidupan di dunia musik yang penuh dinamika.

Dengan demikian, meskipun berduka, mereka berkomitmen untuk terus melanjutkan perjalanan musik mereka sambil mengenang Vidi Aldiano sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah mereka. Proses ini diharapkan dapat membantu mereka dalam menghadapi kehilangan dengan cara yang lebih sehat dan produktif.