Black Horses Meriahkan May Day dengan Musik Rock dan Kritik Pemerintah
Black Horses Meriahkan May Day dengan Musik Rock

Jakarta – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) sore semakin meriah dengan kehadiran grup musik rock Black Horses. Band yang mengusung napas rock era 70-an ini tampil garang di atas panggung aksi, menyuarakan kritik terhadap pemerintah sekaligus membakar semangat massa buruh dan mahasiswa.

Penampilan Black Horses di May Day

Vokalis Black Horses, Oscario, naik ke panggung sekitar pukul 17.09 WIB. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa tanggal 1 Mei bukan sekadar hari libur nasional, melainkan momentum besar untuk merayakan solidaritas kaum pekerja. Penampilan mereka disambut antusias oleh ribuan peserta aksi yang hadir.

Kritik Lewat Musik

Black Horses tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kritis melalui lagu-lagu mereka. Lirik yang tajam dan aransemen musik yang energik berhasil membangkitkan semangat perjuangan buruh. Beberapa lagu yang dibawakan menyoroti isu ketidakadilan, upah layak, dan hak-hak pekerja yang masih terabaikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Aksi May Day tahun ini diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja dan mahasiswa. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan, penghapusan sistem outsourcing, dan penegakan hukum yang adil. Kehadiran Black Horses menambah warna dalam aksi damai tersebut, menunjukkan bahwa seni dan musik dapat menjadi alat perlawanan yang efektif.

Selain Black Horses, sejumlah grup musik lain juga turut memeriahkan panggung aksi. Namun, penampilan Black Horses menjadi salah satu yang paling dinanti karena gaya bermusik mereka yang khas dan lirik yang provokatif. Aksi ini berlangsung tertib hingga sore hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga