Tretan Muslim Bantah Film Foufo Bermuatan Politik, Tegaskan Karya Kolektif
Tretan Muslim Bantah Film Foufo Bermuatan Politik

Jakarta, Kompas.com – Perilisan teaser poster film Foufo mendapat respons beragam dari netizen. Selain banyak yang penasaran dengan alur ceritanya, tak sedikit pula netizen yang mengancam akan memboikot film tersebut karena keterkaitan Tretan Muslim dengan pemerintah.

Penegasan Tretan Muslim

Menanggapi hal tersebut, Tretan Muslim menegaskan bahwa film Foufo adalah sebuah karya kolektif yang dikerjakan oleh Skak Studios dan SinemArt. Ia membantah adanya muatan politik dalam film tersebut.

“Ya kalau di film ini kan, ya ini adalah sebuah karya film dan ada enggak adegan (misalnya) Mustofa makan MBG di filmnya? Atau Bu Mieke adegan Kopdes? Enggak ada kan?” kata Tretan Muslim dalam konferensi pers di Plaza Senayan, Rabu (17/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Karya Kolektif Tanpa Kepentingan Politik

Tretan menjelaskan bahwa film ini murni hasil kerja sama tim kreatif. Ia berharap publik tidak mencampuradukkan karya seni dengan politik praktis. “Kami semua bekerja keras untuk menghadirkan hiburan berkualitas. Jangan sampai ada salah paham,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah netizen menyuarakan ancaman boikot melalui media sosial. Mereka mengaitkan Tretan Muslim dengan dukungannya terhadap program pemerintah. Namun, Tretan menegaskan bahwa film Foufo tidak mengandung unsur propaganda apa pun.

Film Foufo sendiri rencananya akan tayang di bioskop pada tahun ini. Skak Studios dan SinemArt berharap film ini bisa diterima oleh masyarakat luas tanpa prasangka negatif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga