Sam Worthington Bantah Tuduhan James Cameron Otoriter di Set Avatar
Sam Worthington Bantah James Cameron Otoriter di Avatar

Sam Worthington Bantah Tuduhan James Cameron Otoriter di Set Avatar

Aktor Sam Worthington secara tegas membantah anggapan yang beredar bahwa sutradara James Cameron bersikap kaku dan otoriter selama proses pengambilan gambar film Avatar. Dalam wawancara eksklusif dengan media The Independent yang dirilis pada Rabu, 1 April 2026, Worthington mengungkapkan bahwa banyak orang memiliki persepsi keliru tentang cara kerja Cameron di balik layar.

Persepsi Keliru tentang Cara Kerja Cameron

Worthington menjelaskan bahwa publik seringkali membayangkan lokasi syuting Avatar sebagai sebuah mesin besar yang dikendalikan oleh Cameron dengan gaya kepemimpinan yang diktator. "Orang mengira ini seperti mesin besar dengan Jim sebagai sutradara yang diktator. Padahal tidak," tegas Worthington dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa realitas di lapangan jauh berbeda dari gambaran tersebut, dengan Cameron justru menunjukkan pendekatan yang lebih kolaboratif dan inspiratif.

Cameron sebagai Sosok Kreatif dan Artistik

Alih-alih menggambarkan Cameron sebagai figur yang otoriter, Worthington justru memuji sutradara ternama itu sebagai sosok kreatif yang lebih menyerupai seorang seniman. Ia menyoroti bagaimana Cameron mampu menggabungkan visi besar dengan perhatian terhadap detail, sambil tetap memberikan ruang bagi para aktor dan kru untuk berkontribusi dalam proses kreatif. "Jim adalah seorang visioner yang tidak hanya memerintah, tetapi juga mendengarkan dan menginspirasi," tambah Worthington, menggarisbawahi dinamika positif yang tercipta di set film tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Worthington ini muncul di tengah berbagai spekulasi dan rumor tentang gaya kepemimpinan Cameron, yang sering dikaitkan dengan proyek-proyek film besarnya yang penuh tantangan teknis. Dengan klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami sisi lain dari James Cameron yang mungkin kurang terekspos, terutama dalam konteks kolaborasi artistik di industri perfilman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga