Morgan Oey Ungkap Kompleksitas Adegan Laga di Film Ghost in the Cell
Morgan Oey Bicara Kompleksitas Adegan Laga Ghost in the Cell

Morgan Oey Bicara Kompleksitas Adegan Laga di Film Ghost in the Cell

Aktor Morgan Oey baru-baru ini membagikan pengalamannya menghadapi kompleksitas adegan laga dalam film terbaru berjudul Ghost in the Cell. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Senin (23/2/2026), Morgan mengungkapkan bahwa tantangan di proyek ini jauh lebih berat dibandingkan dengan pengalamannya sebelumnya di film Pengepungan di Bukit Duri.

Tantangan Lebih Berat dari Sebelumnya

Morgan Oey dengan jujur mengakui bahwa pengalamannya bermain dalam film Pengepungan di Bukit Duri belum cukup menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di proyek terbarunya ini. "Ternyata di sini berat sekali. Berat sekali karena harus intens, terus dari segi pengadeganan, detail, termasuk tempo dan ritme," kata Morgan saat menjelaskan kesulitan yang dihadapinya.

Menurutnya, kompleksitas adegan laga di Ghost in the Cell tidak hanya terletak pada koreografi fisik semata, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain yang membutuhkan perhatian ekstra. Morgan menekankan bahwa setiap adegan harus dilakukan dengan presisi tinggi, mulai dari gerakan tubuh hingga pengaturan waktu yang tepat.

Koreografi dan Ekspresi Karakter

Lebih lanjut, Morgan Oey mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia rasakan bukan hanya pada koreografi laga yang rumit, tetapi juga pada penyelarasan ekspresi dan motivasi karakter dalam setiap adegan. "Ini bukan sekadar soal gerakan fisik, tapi bagaimana kita menyampaikan emosi dan niat karakter melalui adegan laga tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam film Ghost in the Cell, setiap adegan laga dirancang untuk tidak hanya menampilkan aksi yang menarik, tetapi juga untuk mengembangkan alur cerita dan kedalaman karakter. Hal ini membutuhkan konsentrasi dan latihan yang intens dari seluruh pemain, termasuk dirinya sendiri.

Persiapan dan Latihan Intensif

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Morgan Oey dan para pemain lainnya menjalani serangkaian latihan intensif di bawah bimbingan tim koreografi profesional. Latihan ini mencakup berbagai aspek, seperti:

  • Penguasaan teknik laga yang aman dan efektif
  • Penyesuaian ekspresi wajah dan bahasa tubuh dengan karakter
  • Koordinasi tempo dan ritme dalam setiap adegan
  • Pemahaman mendalam terhadap motivasi dan latar belakang karakter

Morgan mengaku bahwa proses ini membutuhkan dedikasi tinggi, tetapi ia merasa puas dengan hasil yang dicapai sejauh ini. Ia berharap penonton dapat merasakan kerja keras tersebut saat film Ghost in the Cell tayang pada April 2026.

Film ini sendiri dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Abimana Aryasatya dan Morgan Oey, yang diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang mendalam dan penuh aksi.