Jakarta - Rumah produksi Palari Films mengeksplorasi genre horor lewat karya terbarunya bersama Edwin berjudul Monster Pabrik Rambut. Berbeda dari tren film horor Indonesia yang belakangan ini bergantung pada jump scare dan lokasi angker, Monster Pabrik Rambut memilih arena yang jauh lebih familier.
Latar Pabrik yang Dekat dengan Keseharian
Bukan kuburan, bukan rumah tua di pinggir desa, melainkan pabrik di mana jutaan orang menghabiskan sepertiga hidup mereka setiap hari. Edwin, sang sutradara, menyebut pilihan itu bukan kebetulan. Menurutnya, pabrik adalah ruang yang penuh dengan rutinitas, tekanan, dan dinamika sosial yang bisa menjadi sumber ketakutan yang lebih autentik.
Mengangkat Realitas Pekerja
Film ini tidak hanya menyajikan teror, tetapi juga menyoroti kondisi kerja di pabrik. Melalui genre horor, Edwin ingin mengajak penonton merenungkan realitas yang sering terabaikan. Monster Pabrik Rambut menjadi kritik sosial yang dibungkus dalam cerita yang mencekam.
Dengan pendekatan yang segar, Palari Films berharap film ini dapat memberikan pengalaman horor yang berbeda dan menggugah kesadaran penonton. Film ini dijadwalkan rilis tahun ini.



