Joko Anwar Soroti Kekurangan Layar Bioskop untuk Dongkrak Industri Film Indonesia
Joko Anwar: Industri Film RI Butuh Tambahan Layar Bioskop

Joko Anwar Soroti Kekurangan Layar Bioskop untuk Dongkrak Industri Film Indonesia

Sutradara ternama Joko Anwar menyatakan bahwa industri film Indonesia masih sangat membutuhkan penambahan jumlah layar bioskop guna memperkuat ekosistem perfilman nasional secara menyeluruh. Saat ini, jumlah layar yang tersedia di seluruh Indonesia masih berkisar pada angka 2.400 unit.

Kapasitas Layar Belum Memadai

Angka tersebut dinilai belum memadai untuk dapat menampung seluruh film karya sineas Tanah Air yang terus bertambah setiap tahunnya. Keterbatasan layar ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan industri perfilman nasional.

"Masalah kita cuma layar kita kurang. Jadi kalau dari segi film, film Indonesia kan 65 persen market share, kita sudah dua tahun belakangan ini," kata Joko Anwar saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (23/2/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengaruh Biaya Promosi terhadap Momentum Tayang

Menurut analisis Joko Anwar, film dengan biaya promosi yang besar cenderung lebih mampu mempertahankan momentum penayangan di bioskop. Faktor promosi menjadi krusial dalam persaingan memperebutkan slot layar yang terbatas.

Dia menekankan bahwa dengan tambahan layar bioskop, akan terbuka lebih banyak kesempatan bagi berbagai jenis film Indonesia untuk mendapatkan porsi tayang yang layak. Ekosistem yang sehat membutuhkan infrastruktur yang memadai, termasuk ketersediaan layar yang proporsional dengan produksi film.

Peningkatan jumlah layar bioskop diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri film Indonesia secara lebih merata dan berkelanjutan di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga