Hollywood Berontak: 1.000+ Aktor Tolak Merger Paramount-Warner Rp 1.900 Triliun
Hollywood Berontak: 1.000+ Aktor Tolak Merger Rp 1.900 T

Gelombang Penolakan Besar-besaran dari Industri Perfilman Hollywood

Rencana penggabungan dua raksasa media, Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery (WBD), menghadapi gelombang penolakan yang sangat kuat dari dalam industri perfilman Hollywood sendiri. Lebih dari 1.000 aktor dan pekerja kreatif ternama telah bersatu untuk menyuarakan protes mereka terhadap akuisisi senilai 111 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.900 triliun tersebut.

Surat Terbuka dan Dukungan dari Bintang-bintang Papan Atas

Para penentang merger ini, yang mencakup nama-nama besar seperti Joaquin Phoenix, Ben Stiller, dan Kristen Stewart, secara resmi menandatangani sebuah surat terbuka yang dipublikasikan melalui situs khusus BlocktheMerger.com. Dalam surat tersebut, mereka dengan tegas mendesak pihak berwenang untuk membatalkan transaksi yang dinilai mengancam masa depan industri.

Mereka berargumen bahwa penggabungan ini berpotensi merusak kesehatan ekonomi dan prinsip demokrasi di dalam dunia hiburan global. Kekhawatiran utama adalah konsentrasi kekuatan yang terlalu besar di tangan sedikit perusahaan, yang dapat membatasi keragaman kreatif dan kesempatan bagi pekerja seni.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Suara Kritis dari Kreator Terkenal

Salah satu penandatangan yang paling vokal adalah Damon Lindelof, kreator serial populer Watchmen. Lindelof secara aktif menyebarkan pesan penolakannya melalui unggahan di berbagai platform media sosial, menarik perhatian publik dan menambah tekanan pada proses regulasi merger.

Dukungan luas dari kalangan artis dan profesional kreatif ini menunjukkan bahwa penolakan tidak hanya berasal dari level eksekutif, tetapi benar-benar menyentuh jantung industri. Mereka memandang langkah korporasi ini sebagai ancaman serius terhadap inovasi, kompetisi sehat, dan keberlanjutan pekerjaan di sektor hiburan.

Surat protes tersebut menekankan bahwa merger skala besar seperti ini dapat mengakibatkan pengurangan pilihan bagi konsumen, penurunan kualitas konten, dan penciutan ruang bagi suara-suara independen. Para penandatangan berharap otoritas terkait akan mendengarkan aspirasi mereka dan mengambil tindakan yang melindungi ekosistem industri film dari dominasi berlebihan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga