Film Indonesia berjudul "Bandit" berhasil meraih penghargaan tertinggi Grand Jury - Narrative Feature Prize dalam ajang festival film independen bergengsi Dances With Films (DWF): LA 2026 di Amerika Serikat. Prestasi ini mengukuhkan posisi perfilman Indonesia di kancah internasional setelah film tersebut mengungguli 279 film dari semua kategori lainnya.
Pengumuman Penghargaan di Hollywood
Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam puncak festival yang berlangsung pada 28 Juni 2026 di TCL Chinese Theatre, Hollywood, Los Angeles. Film bergenre aksi-thriller ini terpilih sebagai pemenang utama dari ratusan film yang berkompetisi dalam kategori terbuka. Ini menandai pencapaian penting bagi perfilman Indonesia di panggung festival film independen Amerika Serikat.
"Bandit" diputar perdana (world premiere) di DWF: LA pada tanggal 26 Juni 2026 dan mendapatkan sambutan meriah dari para penonton, yang sebagian besar merupakan praktisi industri film, termasuk sejumlah diaspora kreatif Indonesia dan jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.
Apresiasi dari KJRI Los Angeles
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Purnomo A. Chandra, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut. "Raihan penghargaan tertinggi untuk film Bandit di festival film independen terkemuka di Amerika Serikat merupakan catatan sejarah yang penting bagi industri kreatif Indonesia," ujarnya dalam siaran pers KJRI Los Angeles yang diterima pada Kamis (2/7/2026).
Keberhasilan film "Bandit" yang dibintangi oleh aktor populer Indonesia seperti Wafda Saifan, Roy Sungkono, Claresta Taufan, Rifnu Wikana, dan Buike Mansyur mencerminkan meningkatnya pengakuan internasional terhadap kualitas karya dan profesionalisme insan perfilman Indonesia. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra kreatif yang relevan dalam ekosistem industri film global.
Tentang Film Bandit
Film ini merupakan karya sutradara Brian L. Tan, diproduksi oleh Adaptif Films dan Viking Sunset Studios Bali. "Bandit" adalah neo-noir action thriller yang berkisah tentang dua sahabat putus asa di Bali yang mencuri sebuah mobil G-Wagon tak bertuan demi keuntungan cepat, tanpa mengetahui adanya sesosok mayat di bagasi—dan orang-orang yang menaruhnya di sana. Cerita yang menegangkan ini berhasil memikat juri dan penonton di festival tersebut.
Dampak bagi Industri Kreatif Indonesia
Pencapaian ini tidak hanya membawa nama baik Indonesia di kancah internasional, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi sineas Indonesia untuk berkolaborasi dengan industri film global. Dengan semakin diakuinya kualitas film Indonesia, diharapkan akan lahir lebih banyak karya yang mampu bersaing di festival-festival film dunia.



