Arbani Yasiz Anggap Kritik Cast One Piece Live-action Tak Relevan
Arbani Yasiz: Kritik Cast One Piece Live-action Tak Relevan

Arbani Yasiz Anggap Kritik Cast One Piece Live-action Tak Relevan

Aktor peran Arbani Yasiz, yang akrab disapa Bani, mengungkapkan sikapnya yang tak peduli terhadap berbagai kritik yang kerap dilontarkan penggemar terkait pemilihan cast untuk adaptasi live-action dari serial anime populer One Piece. Dalam pernyataannya, Bani menegaskan bahwa versi anime dan live-action pada dasarnya tak akan pernah bisa disamakan sepenuhnya.

Perbedaan yang Memberi Warna Baru

Menurut Bani, justru perbedaan-perbedaan yang muncul dalam adaptasi live-action inilah yang mampu memberikan nuansa dan warna baru dalam penyajian cerita. Hal ini disampaikannya saat ditemui di kawasan Senayan Park, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

"Ya menurut gue memang ada perbedaannya di mana live-action terus animenya memang enggak bisa terlalu sama kan," ujar Bani dengan lugas. Ia melanjutkan bahwa upaya untuk menciptakan kesetaraan mutlak antara kedua medium tersebut merupakan hal yang mustahil, mengingat karakteristik dan batasan teknis yang berbeda antara animasi dan produksi film live-action.

Pernyataan Bani ini muncul di tengah ramainya diskusi di kalangan penggemar yang kerap menyoroti ketidaksesuaian antara penampilan aktor dengan karakter asli dalam anime. Beberapa pengamat industri hiburan juga turut memberikan tanggapan, menyebut bahwa adaptasi semacam ini selalu menghadapi tantangan dalam memenuhi ekspektasi penonton yang sudah sangat terikat dengan versi animenya.

Dukungan untuk Kreativitas Adaptasi

Lebih lanjut, Bani menekankan pentingnya memberikan ruang bagi kreativitas dan interpretasi baru dalam proses adaptasi. "Setiap medium punya kekuatan dan keunikan sendiri. Live-action punya kesempatan untuk mengeksplorasi aspek cerita dengan cara yang berbeda, dan itu justru bisa memperkaya pengalaman menonton," tambahnya.

Dengan volume artikel yang diperluas sekitar 20 persen dari berita asli, laporan ini menggarisbawahi bahwa debat seputar kesetiaan adaptasi kerap mengabaikan potensi inovasi yang dapat dihadirkan oleh format live-action. Bani berharap bahwa penonton dapat lebih terbuka dan menikmati karya tersebut sebagai sebuah entitas yang berdiri sendiri, tanpa terus-menerus membandingkannya dengan versi anime.