Aktris Senior Korea Selatan Jadi Korban Deepfake AI, Wajahnya Dipakai Tanpa Izin
Aktris Korea Korban Deepfake AI, Wajah Dipakai Tanpa Izin

Aktris Senior Korea Selatan Jadi Korban Pelanggaran Hak Citra Melalui Teknologi Deepfake AI

Dunia hiburan Korea Selatan kembali diguncang oleh kasus pelanggaran hak citra yang melibatkan teknologi canggih. Aktris senior Yeom Hye Ran menjadi korban terbaru dari penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) berupa deepfake, di mana wajahnya digunakan tanpa seizin dirinya maupun agensinya.

Video Deepfake Menggunakan Wajah Yeom Hye Ran Diunggah ke YouTube

Pada tanggal 31 Maret 2026, sebuah video hasil manipulasi AI yang menampilkan wajah Yeom Hye Ran ditemukan beredar di platform YouTube. Video tersebut dibuat dengan teknik deepfake, sebuah teknologi yang mampu menciptakan konten visual atau audio yang terlihat sangat nyata namun sepenuhnya palsu.

Ace Factory, agensi yang menaungi Yeom Hye Ran, dengan cepat merespons temuan ini. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 2 April 2026, perwakilan agensi tersebut mengonfirmasi keberadaan video ilegal tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kami telah mengonfirmasi adanya video yang dibuat dengan AI menggunakan wajah aktris Yeom Hye Ran tanpa izin. Tidak ada pembahasan atau persetujuan sebelumnya dari pihak kami," tegas perwakilan Ace Factory, seperti dikutip dari berbagai sumber media.

Video Telah Dihapus Setelah Menjadi Sorotan Publik

Video deepfake yang menampilkan wajah aktris berbakat tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan publik sebelum akhirnya dihapus dari YouTube. Meskipun telah dihapus, insiden ini menyisakan keprihatinan mendalam mengenai keamanan digital dan perlindungan hak individu di era teknologi yang semakin maju.

Pelanggaran hak citra seperti ini bukan hanya merugikan dari segi hukum, tetapi juga dapat berdampak serius pada reputasi dan kenyamanan psikologis korban. Yeom Hye Ran, yang dikenal melalui berbagai peran sukses dalam drama dan film Korea, kini harus menghadapi konsekuensi dari penyalahgunaan teknologi terhadap citra dirinya.

Kasus ini mengingatkan kita semua akan pentingnya regulasi yang ketat terhadap penggunaan teknologi AI, khususnya deepfake, untuk mencegah eksploitasi yang merugikan pihak lain. Industri hiburan dan otoritas terkait didorong untuk bekerja sama dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih robust bagi para artis dan publik figur.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga