Penyanyi dan penulis lagu Olivia Rodrigo akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi yang mencuat di media sosial setelah ia tampil mengenakan gaun babydoll dalam video musik "Drop Dead" dan konser Spotify Billions Club Live. Sejumlah komentar daring menyebut penampilannya itu terlihat kekanak-kanakan dan sarat dengan unsur seksualisasi.
Tanggapan Olivia Rodrigo
Dalam wawancaranya dengan podcast New York Times Popcast, penyanyi berusia 22 tahun tersebut menyatakan bahwa reaksi publik justru mengungkapkan masalah yang lebih dalam. "Orang boleh berkata apa pun. Yang benar-benar mengganggu adalah aku pernah tampil di atas panggung mengenakan pakaian yang mungkin lebih terbuka, pakai bra berkilap dan celana pendek kecil, yang merupakan hakku, terasa menyenangkan dan aku nyaman," ujar Olivia.
Kritik terhadap Standar Ganda
Olivia menekankan bahwa kritik yang diterimanya menunjukkan adanya standar ganda dalam masyarakat terhadap pilihan busana perempuan. Ia merasa bahwa apa pun yang ia kenakan, selalu ada pihak yang tidak setuju. "Jika aku memakai pakaian yang lebih tertutup, aku dianggap tidak dewasa. Jika aku memakai pakaian yang lebih terbuka, aku diseksualisasi. Sepertinya tidak ada yang benar," tambahnya.
Pelantun lagu "Drivers License" ini juga menegaskan bahwa ia akan terus mengenakan apa pun yang membuatnya nyaman dan percaya diri. "Yang terpenting adalah aku merasa nyaman dengan kulitku sendiri. Aku tidak akan membiarkan komentar negatif menghentikanku untuk mengekspresikan diriku melalui fashion," tegas Olivia.
Dukungan dari Penggemar
Meskipun menuai kontroversi, banyak penggemar yang memberikan dukungan kepada Olivia. Mereka memuji keberaniannya dalam menghadapi kritik dan tetap setia pada gaya pribadinya. Sejumlah penggemar di media sosial juga mengecam komentar negatif yang dianggap tidak perlu dan tidak menghormati hak individu dalam berpakaian.
Kontroversi ini kembali membuka diskusi tentang standar ganda yang sering dialami perempuan di industri hiburan, terutama dalam hal penampilan dan busana. Olivia Rodrigo pun menjadi salah satu figur yang vokal dalam menyuarakan kebebasan berekspresi melalui fashion.



