Butter Baby, toko donat sekaligus merek intellectual property (IP) asal Amerika Serikat, resmi membuka gerai terbarunya di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (19/6/2026). Gerai kelima ini menjadi yang pertama di kawasan bandara dan menandai ekspansi strategis merek tersebut di Indonesia.
Patung Krom Raksasa Jadi Daya Tarik
Pembukaan gerai ditandai dengan kehadiran patung berlapis krom setinggi delapan meter dan berat tujuh ton yang berdiri megah di area keberangkatan bandara. Patung ini menjadi ikon baru yang menyambut para pelancong dan pengunjung bandara.
"Dua belas tahun lalu, kami memilih Indonesia bukan sebagai sebuah pasar, melainkan sebagai rumah. Jakarta membentuk cara kami memandang kreativitas, komunitas, dan cerita," kata pendiri Butter Baby, Nick Burch dan Henry Burch, yang merupakan saudara kembar, dalam sambutannya.
Dukungan Pemerintah dan InJourney
Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dan Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah dan pengelola bandara terhadap pengembangan merek kreatif di Indonesia.
Butter Baby pertama kali membuka gerai di Blok M, Jakarta Selatan, pada 2014. Sejak saat itu, merek ini telah berkembang pesat dan memiliki basis penggemar setia di Indonesia. Gerai kelima di bandara ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk wisatawan mancanegara.
Dengan dibukanya gerai di Terminal 3, Butter Baby semakin memperkuat posisinya sebagai merek donat premium yang menggabungkan kuliner dan seni instalasi. Patung krom raksasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai simbol kreativitas dan inovasi yang menjadi ciri khas Butter Baby.



