Drama Perfect Crown Terancam Kembalikan Dana Rp22,5 Miliar Akibat Kontroversi Sejarah
Perfect Crown Terancam Kembalikan Rp22,5 Miliar

Drama Korea Perfect Crown menghadapi ancaman pengembalian dana produksi senilai sekitar 2 miliar won atau setara dengan Rp22,5 miliar setelah terseret kontroversi dugaan distorsi sejarah. Drama tersebut sebelumnya diketahui menerima dukungan pendanaan dari Korea Creative Content Agency (KOCCA), sebuah lembaga semi-pemerintah di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Kontroversi Memanas

Kontroversi mulai memanas setelah penonton menilai beberapa adegan dalam drama ini menggambarkan Korea sebagai negara bawahan China. Adegan-adegan tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta sejarah dan menimbulkan kemarahan publik. Akibatnya, tim produksi terpaksa menghapus adegan-adegan kontroversial tersebut, seperti yang diberitakan sebelumnya.

Sumber Kontroversi

Sorotan terbesar berasal dari episode yang tayang pada 15 Mei. Dalam episode tersebut, terdapat adegan yang menunjukkan tokoh-tokoh sejarah Korea berada di bawah pengaruh China, yang dianggap merendahkan martabat bangsa Korea. Kelompok masyarakat dan sejarawan pun mengecam keras penggambaran tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

KOCCA sebagai pemberi dana kini mempertimbangkan untuk meminta pengembalian dana produksi jika terbukti ada pelanggaran dalam penggunaan dana. Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas lembaga dan mencegah terulangnya kontroversi serupa di masa depan.

Dampak Terhadap Industri Drama

Kasus ini menjadi peringatan bagi industri drama Korea untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan konten sejarah. Distorsi sejarah tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat merusak citra bangsa dan industri kreatif Korea di mata internasional. Publik menantikan keputusan resmi dari KOCCA terkait tuntutan pengembalian dana tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga