Media sosial Instagram diramaikan dengan unggahan yang menyebutkan kemunculan fenomena "blue moon" pada 31 Mei 2026. Unggahan tersebut diunggah oleh akun @fenome************nesia pada Jumat (15/5/2026).
Pengunggah menyampaikan, bulan tidak benar-benar berwarna biru saat fenomena blue moon. Istilah tersebut berasal dari ungkapan lama dalam bahasa Inggris yang berbunyi "once in a blue moon". Ungkapan itu untuk menggambarkan sesuatu yang jarang terjadi.
Penjelasan Fenomena Blue Moon
Fenomena blue moon terjadi ketika dalam satu bulan kalender muncul dua kali bulan purnama. Hal ini termasuk peristiwa langka karena siklus bulan purnama sekitar 29,5 hari, sementara rata-rata bulan kalender memiliki 30 atau 31 hari.
Meskipun disebut blue moon, warna bulan tetap seperti biasa, yaitu putih keabu-abuan. Nama ini hanya merujuk pada kelangkaan kejadian, bukan perubahan warna fisik bulan.
Sejarah Istilah Blue Moon
Istilah blue moon telah digunakan sejak abad ke-19. Dalam kalender pertanian, istilah ini merujuk pada bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat bulan purnama. Namun, definisi yang lebih populer adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Fenomena blue moon biasanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Pada 31 Mei 2026, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan bulan purnama kedua di bulan Mei tersebut.
Unggahan di Instagram ini pun menarik perhatian warganet. Banyak yang penasaran dan ingin menyaksikan fenomena langka ini. Meski demikian, perlu diingat bahwa blue moon tidak akan mengubah warna bulan menjadi biru, melainkan hanya sebuah istilah untuk peristiwa yang jarang terjadi.



