Sandiaga Uno Gelar Pelatihan Kuliner Emping Melinjo untuk Buka Lapangan Kerja
Sandiaga Uno Gelar Pelatihan Kuliner Emping untuk Ibu Rumah Tangga

Sandiaga Uno Dorong Kemandirian Ekonomi lewat Pelatihan Olahan Emping Melinjo

Dalam upaya membuka lapangan kerja dan memberdayakan perempuan, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN) menyelenggarakan Workshop Kuliner Olahan Emping Melinjo. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan Brownies Topping Emping dan Emping Caramel, yang digelar di Saung Ibu Nani, Kampung Parungsari, Sindangsari, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat, 27 Februari 2026. Sebanyak 50 orang ibu rumah tangga antusias mengikuti pelatihan ini, yang bertujuan memberikan keterampilan baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Fokus pada Pemberdayaan Perempuan dan Difabel

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa yayasan yang telah berdiri selama 11 tahun ini berkomitmen pada pemberdayaan difabel, anak muda, dan perempuan. "Salah satu program yang kami jalankan secara berkelanjutan adalah Perempuan Berdaya di berbagai daerah. Kami mengajarkan keterampilan tata boga, seperti pelatihan olahan emping hari ini," ujar Sandiaga dalam siaran tertulis. Ia menekankan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta dapat mengolah emping menjadi produk bernilai tambah yang dapat diproduksi dan dijual, sehingga membangun kemandirian ekonomi melalui usaha kecil yang dikelola mandiri.

Keterampilan Lengkap: Dari Baking hingga Pemasaran Digital

Pelatihan tidak hanya mencakup teknik baking untuk membuat brownies topping emping, emping cokelat, dan emping karamel, tetapi juga meliputi pelatihan pemasaran digital. Peserta diajarkan membuat desain flyer promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta membangun jejaring usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong penjualan berkelanjutan. Menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah ditemukan, dan dapat dimodifikasi sesuai kreativitas penjual, kata Sandiaga. Pada sesi kick-off, peserta bahkan ditantang untuk langsung membuka pre-order, yang berhasil mencatat 29 pesanan brownies topping emping, 55 bungkus emping cokelat, dan 30 bungkus emping karamel.

Pendapatan Signifikan dan Pendampingan Intensif

Dengan harga jual brownies topping emping Rp 50.000 hingga Rp 60.000, emping karamel Rp 35.000, dan emping cokelat Rp 40.000, total pendapatan peserta pada hari itu mencapai sekitar Rp 4.880.000. Setelah sesi luring, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu. Dalam tahap ini, peserta difasilitasi untuk berdiskusi dengan pelatih, mempraktikkan pembuatan konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, dan menerapkan ilmu yang diperoleh. "Selanjutnya, melalui program pendampingan selama satu bulan ke depan, para ibu juga akan memperoleh bantuan modal dan pendampingan. Jadi bisa langsung gas jualan," jelas Sandiaga. Pendampingan ini memungkinkan peserta mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendapatkan masukan konstruktif untuk pengembangan usaha mereka.

Dampak Positif bagi UMKM Lokal

Pelatihan ini tidak hanya sekadar workshop, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. Dengan menggabungkan keterampilan kuliner dan teknologi, diharapkan para ibu rumah tangga dapat menciptakan usaha yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengurangan pengangguran di daerah. Sandiaga Uno menegaskan bahwa inisiatif semacam ini akan terus diperluas ke berbagai wilayah, mendukung visi pemerintah dalam mengembangkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.