Bazar Rakyat Monas Sukses Besar, 200 Ribu Pengunjung Serbu Makanan Gratis dan Kupon
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap bazar rakyat 'Istana untuk Rakyat' yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dalam laporannya, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu orang pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.
Antusiasme Masyarakat Melebihi Perkiraan
Teddy menyebut bahwa laporan dari Kapolda menunjukkan lebih dari 100 ribu orang hadir sejak pukul 4 sore, dan keramaian meningkat seiring malam. Tingginya kehadiran ini tercermin dari habisnya 300 ribu porsi makanan dan minuman yang disediakan pemerintah bagi pengunjung, hampir seluruhnya tersalurkan.
Acara ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperpanjang suasana kebahagiaan Lebaran. Teddy menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebelumnya di Istana juga melebihi perkiraan jumlah peserta. "Bapak Presiden ingin membuat nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa, dibuatlah acara seperti ini," ucapnya.
Konsep Bazar untuk Jangkau Lebih Banyak Warga
Dengan menghadirkan bazar di ruang terbuka seperti Monas, pemerintah bertujuan menjangkau lebih banyak warga. Presiden ingin masyarakat merasakan kebahagiaan, membeli barang baru untuk Lebaran, dan merasa nyaman di lokasi acara. Sebagai bagian dari ini, pemerintah membagikan sekitar 100 ribu kupon senilai Rp500 ribu per kupon, yang dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan seperti:
- Sembako
- Pakaian dan sepatu
- Perlengkapan sekolah
- Alat ibadah
Produk-produk tersebut disediakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari pasar di wilayah Jabodetabek. Selain itu, sekitar 1.000 pedagang kaki lima turut menyediakan makanan dan minuman gratis, dilengkapi hiburan rakyat dan permainan anak untuk semarak acara.
Dampak Ekonomi dan Keamanan Terjaga
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai antusiasme masyarakat menciptakan suasana meriah sepanjang acara. Dia menyebut kegiatan ini membawa dampak ekonomi signifikan, sesuai arahan Presiden untuk menggerakkan perekonomian pasca-Lebaran. "Ini momentum menggerakkan ekonomi dengan melibatkan ribuan usaha mikro," ujar Maman.
Selain kupon, terdapat sekitar 100 ribu paket barang seperti pakaian, sepatu, dan tas dengan nilai Rp200 ribu per paket yang disalurkan. Hal ini berdampak langsung pada pelaku usaha di sentra perdagangan seperti Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen, membantu menghabiskan stok dan memutar kembali modal.
Meski terjadi antrean panjang akibat membludaknya pengunjung, Teddy memastikan acara berjalan lancar secara keseluruhan, termasuk dari sisi pengamanan. Dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut, namun mencatat bahwa pengunjung tetap terhibur dengan nuansa Monas malam hari, lampu-lampu, dan musik.
Pemerintah membuka peluang untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin di masa depan, menekankan komitmen untuk berbagi kebahagiaan dan mendukung perekonomian lokal.



