Aiptu Fery Hermawan: Polisi Teladan yang Mengubah Wajah Ekonomi Desa di Kalimantan Selatan
Bhabinkamtibmas Polsek Muara Uya, Aiptu Fery Hermawan, telah membuktikan bahwa peran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. Berkat berbagai program inovatifnya di tiga desa binaan di Kecamatan Muara Uya, Tabalong, Kalimantan Selatan, dia kini diusulkan warga untuk menerima penghargaan Hoegeng Awards 2026.
Program Peternakan Kambing yang Mengubah Nasib Warga
Dimulai sekitar empat tahun lalu ketika pertama kali bertugas sebagai Bhabin di Desa Uwie, Aiptu Fery langsung berdiskusi dengan kepala desa mengenai pemanfaatan anggaran ketahanan pangan. "Kita koordinasi dengan kepala desa, ada memakai anggaran itu buat beternak kambing," ungkap Fery dalam program Hoegeng Corner 2025.
Hasil musyawarah desa menghasilkan keputusan untuk membeli 20 ekor kambing yang dibagikan kepada warga. Sistem yang diterapkan cukup unik: warga menerima indukan kambing, dan ketika sudah beranak-pinak, mereka mengembalikan anak kambingnya untuk dipinjamkan lagi ke warga lainnya. "Beberapa masyarakat dikasih beberapa indukan 1-2 ekor, kalau sudah beranak-pinak itu mengembalikan lagi untuk dipinjamkan lagi ke masyarakat yang lain," jelas Deka Ali Asad, tokoh masyarakat setempat.
Program yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun ini menghasilkan transformasi ekonomi yang signifikan. Sekitar 80 persen warga Desa Uwie kini menjadi peternak kambing, dengan total populasi mencapai 300-400 ekor. Setiap minggu, 30-50 ekor kambing terjual, bahkan ada yang dipasok hingga ke Kalimantan Timur.
UMKM Kerajinan dari Pelepah Pisang Bernilai Ekonomis Tinggi
Tidak berhenti di peternakan, Aiptu Fery juga mengembangkan UMKM kerajinan dari pelepah pohon pisang kering. Program yang sudah berjalan dua tahun ini mengajak warga mengolah bahan yang biasanya terbuang menjadi peci dan topi bernilai ekonomis tinggi.
"Saya belajar sama perajin, sama guru-guru di tsanawiyah. Habis itu ajak masyarakat untuk tambahan ekonomi," cerita Fery. Hasilnya cukup menggembirakan: satu peci bisa dijual seharga Rp 80.000 hingga Rp 90.000.
Saat ini sudah ada empat warga yang aktif memproduksi kerajinan ini. Setiap perajin mampu memproduksi 3-4 tas atau peci dalam sehari, dengan penjualan mencapai 25-30 peci per bulan. Bahan baku diambil dari pelepah pisang yang sudah kering, sehingga tidak merusak pohon yang masih tumbuh.
Program Bedangsanak untuk Cegah Bullying dan Pendampingan Hukum
Menyadari masalah bullying yang rentan terjadi di kalangan remaja, Aiptu Fery menciptakan program 'Bedangsanak' (bersaudara). Program ini bertujuan mendekatkan polisi dengan anak-anak dan remaja untuk mencegah perundungan.
"Kita ingin mengubah stigma bahwa polisi menakutkan. Bedangsanak artinya kita dianggap saudara atau sahabat biar anak-anak nggak takut sama kita," tegas Fery yang rutin memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan TPA.
Selain pencegahan bullying, program ini juga mencakup pendampingan hukum bagi warga. Fery aktif mendampingi kasus-kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga, termasuk kasus anak yang dipukuli orang tuanya yang saat ini sedang dalam proses persidangan.
Pengembangan Kopi dan Dampak Positif bagi Perekonomian Desa
Di Desa Santuun, Aiptu Fery fokus pada pembinaan petani kopi. Melihat potensi kopi yang cukup bagus namun sebelumnya gagal dikembangkan karena masalah pemasaran, dia menggandeng Dinas Pertanian dan Perhutanan kabupaten untuk membantu promosi dan pemasaran.
Hasilnya luar biasa: kopi dari Desa Santuun berhasil sampai ke Jakarta dan masuk dalam kategori sampel terbaik. "Sekarung sekitar 6 juta, ada yang 50 kg, ada yang 60 kg, tergantung jenis kopi," ujar Fery tentang nilai ekonomis yang dihasilkan.
Warga kini bisa menjual kopi dalam berbagai bentuk: mulai dari buah yang baru dipetik, biji kering, hingga produk kopi jadi. Hal ini memberikan alternatif penghasilan yang signifikan bagi masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan pertanian dan perkebunan tradisional.
Dukungan Masyarakat dan Penghargaan yang Pantas Diterima
Deka Ali Asad, salah satu pengusul Aiptu Fery untuk Hoegeng Awards 2026, menyatakan kekagumannya terhadap dedikasi polisi ini. "Pak Fery antusias banget dengan kegiatan yang di masyarakat. Pokoknya nggak berat gitu lho, ringan tangan Pak Fery itu," puji Deka.
Kedekatan Aiptu Fery dengan masyarakat tidak diragukan lagi. Dia dikenal sebagai Bhabin yang akrab dengan seluruh ketua RT dan selalu berupaya menyelesaikan permasalahan warga di tingkat paling dasar. "Boleh ditanyakan ke masyarakat, siapa sih yang nggak kenal sama Pak Fery," tambah Deka.
Melalui berbagai program yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga, Aiptu Fery Hermawan telah membuktikan bahwa pelayanan polisi bisa melampaui tugas konvensional. Usulan untuk Hoegeng Awards 2026 menjadi bukti nyata apresiasi masyarakat terhadap dedikasi luar biasa ini.



