Rupiah Tembus Rp 17.406 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Tembus Rp 17.406 per Dolar AS, Terlemah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan yang signifikan. Pada Senin (4/5/2026) sore, rupiah tercatat berada di level Rp 17.406 per dollar AS. Posisi ini merupakan level terlemah terbaru rupiah di pasar spot sepanjang sejarah, menurut data yang dikutip dari Kontan.

Pelemahan di Pasar Spot

Pelemahan rupiah di pasar spot ini menunjukkan tekanan yang terus berlanjut terhadap mata uang Garuda. Sejak beberapa pekan terakhir, rupiah terus bergerak melemah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dollar AS. Level Rp 17.406 per dollar AS menjadi catatan baru yang mengkhawatirkan bagi pelaku pasar.

Perbedaan dengan Kurs Jisdor

Meski demikian, pergerakan berbeda terlihat pada kurs rupiah versi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate). Berbeda dengan pasar spot, kurs Jisdor justru menunjukkan penguatan. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan mekanisme penetapan kurs antara kedua acuan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kurs Jisdor merupakan kurs referensi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, sementara kurs spot adalah harga transaksi langsung di pasar. Perbedaan ini sering terjadi karena faktor likuiditas dan waktu transaksi.

Pelemahan rupiah di pasar spot menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan Bank Indonesia. Diperlukan langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan mencegah pelemahan lebih lanjut. Para analis memperkirakan rupiah masih akan volatil dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga