Pemprov Jateng Pacu Penyediaan Rumah Layak Huni Lewat Program Kolaboratif
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program inovatif berjudul 'Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan' yang bertujuan untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Filosofi dan Pendekatan Kolaboratif
Nama program ini mengandung filosofi mendalam. 'Ngopeni Omah' merepresentasikan upaya merawat rumah dan meningkatkan pelayanan publik, sementara 'Nglakoni Sesarengan' menekankan pentingnya kerja sama antar berbagai pihak. Taj Yasin menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci utama dalam menangani kebutuhan hunian di Jawa Tengah, baik bagi masyarakat yang belum memiliki rumah maupun mereka yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
"Kami memberikan berbagai bantuan, mulai dari perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga program rumah subsidi untuk menangani backlog yang dianggarkan oleh pemerintah pusat maupun provinsi," jelas Taj Yasin dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa capaian selama ini tidak terlepas dari sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, Bank Jateng, serta pemerintah kabupaten dan kota.
Capaian Nyata dan Pengakuan Nasional
Komitmen Pemprov Jateng di sektor perumahan telah mendapatkan pengakuan tingkat nasional. Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sebagai provinsi peringkat I terbaik dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan. Prestasi ini didukung oleh realisasi yang mengesankan sepanjang tahun 2025.
- Realisasi mencapai 17.513 unit rumah layak huni
- Total anggaran yang digunakan sebesar Rp357,6 miliar, atau 100% dari target
- Rincian meliputi peningkatan kualitas rumah 17.150 unit, pembangunan Rumah Sederhana Sehat 240 unit, pembangunan rumah korban bencana dan relokasi 120 unit, serta pembangunan rumah apung CSR Bank Jateng 3 unit
Target Ambisius untuk Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Pemprov Jateng menetapkan target yang tetap ambisius. Mereka berencana menyediakan 10.231 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp210 miliar. Program ini akan terdiri dari:
- Peningkatan kualitas rumah sebanyak 10.074 unit
- Pembangunan rumah sederhana sehat 100 unit
- Pembangunan rumah korban bencana dan relokasi 40 unit
- Pembangunan rumah apung 17 unit
Dukungan Tambahan dan Solusi Komprehensif
Dalam rangkaian acara Gubernur Menyapa bertema 'Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya', Pemprov Jateng juga memberikan bantuan pemasangan sambungan listrik untuk 100 unit rumah di Banyumas dan Cilacap senilai Rp119,7 juta. Selain itu, dukungan energi terbarukan berupa PLTS rooftop senilai Rp74,7 juta diberikan kepada UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Sejahtera di Desa Pejerukan, Banyumas.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi komprehensif. "Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki penghasilan namun belum memiliki rumah, kami menyediakan opsi melalui program rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," papar Boedyo.
Program ini dilaksanakan bersama pemerintah pusat, Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten, serta Bank Jateng, termasuk dukungan pembebasan BPHTB dan BPPT. Untuk MBR yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah, tersedia program Omah Lestari yang bekerja sama dengan BKK BPR.
Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan
Boedyo menegaskan bahwa semua upaya ini dilakukan secara bersama-sama. "Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pelaku usaha melalui CSR, hingga Baznas, dikemas dalam satu payung besar program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan," tegasnya. Ia berharap program ini tidak hanya memperluas akses hunian layak, tetapi juga memudahkan warga dalam memperoleh bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Meskipun tantangan penyediaan hunian masih besar, komitmen untuk menjaga kolaborasi terus diupayakan agar program tetap tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Jateng mengajak masyarakat untuk ikut menyosialisasikan program ini serta memanfaatkan kanal konsultasi jika menghadapi persoalan perumahan.