Zulhas Tegaskan Stok Pangan Aman, RI Tak Impor dari Timur Tengah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, memberikan jaminan bahwa stabilitas pangan nasional Indonesia tidak akan terganggu oleh eskalasi konflik atau perang di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat ditemui di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta pada Kamis, 12 Maret 2026.
"Aman walaupun ada perang di Timur Tengah, pangan kita tidak terpengaruh karena kita tidak ada impor pangan dari Timur Tengah," tegas Zulhas dengan nada meyakinkan. Menurutnya, ketahanan pangan Indonesia tetap kuat karena negara ini tidak bergantung pada pasokan pangan dari negara-negara di wilayah yang sedang dilanda konflik tersebut.
Stok Pangan Cukup untuk Satu Tahun ke Depan
Zulhas memaparkan bahwa stok pangan dalam negeri saat ini dalam kondisi aman dan bahkan mencukupi untuk kebutuhan hingga satu tahun ke depan. "Cukup setahun stoknya," imbuhnya, menekankan bahwa cadangan pangan nasional masih sangat memadai dalam jangka panjang. Hal ini, kata dia, harus menjadi penenang bagi masyarakat yang mungkin merasa khawatir akan adanya kelangkaan bahan pokok di tengah situasi geopolitik dunia yang memanas.
Swasembada untuk Komoditas Pokok
Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk beberapa komoditas pokok utama. "Kita swasembada beras, swasembada jagung, ayam, ikan sudah ya," jelas Ketua Umum PAN tersebut. Berikut adalah daftar komoditas yang sudah mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri:
- Beras
- Jagung
- Daging ayam
- Ikan
Dengan pencapaian ini, ketergantungan pada impor untuk bahan pangan dasar dapat diminimalisir, sehingga stabilitas pasokan lebih terjamin.
Impor Gandum dari Eropa dan Kanada
Meski demikian, Zulhas mengakui bahwa masih ada komoditas yang memerlukan impor, salah satunya adalah gandum. Namun, dia menegaskan bahwa sumber pengiriman gandum ke Indonesia bukan berasal dari zona konflik di Timur Tengah. "Yang kita impor gandum. Gandum tidak dari Timur Tengah, tapi dari Eropa dan Kanada ya," ungkapnya.
Kepastian ini membuat rantai pasok gandum ke Indonesia dipastikan tetap berjalan normal, tanpa gangguan dari gejolak di Timur Tengah. Dengan demikian, ketersediaan bahan baku untuk produk seperti tepung terigu dan turunannya di pasar domestik tidak akan terpengaruh.
Zulhas berharap penjelasannya ini dapat meredam kekhawatiran publik dan menjaga kepercayaan terhadap ketahanan pangan nasional. Dia menekankan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi global untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
