Kasatgas PRR Tito Karnavian Komitmen Kawal Pemulihan Lahan Pertanian dan Tambak di Sumatera
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung proses percepatan pemulihan lahan pertanian serta tambak udang yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa, 17 Maret 2026.
Koordinasi Intensif dengan Kementerian Terkait
Tito mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk mempercepat penanganan kerusakan, dengan fokus agar lahan-lahan yang terdampak dapat kembali berproduksi secara optimal dalam waktu yang sesingkat mungkin.
"Dan akan dilaksanakan setelah Lebaran mereka akan langsung genjot. Untuk membantu tambak-tambak yang terendam lumpur untuk bisa dihidupkan kembali," tegas Tito dalam pernyataannya.
Pemetaan Kondisi Lahan sebagai Dasar Penanganan
Pemerintah telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi lahan pertanian dan tambak yang terdampak bencana. Hasil pemetaan ini menjadi landasan fundamental untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat dan terukur. Berdasarkan data yang terkumpul, terdapat variasi kondisi lahan yang memerlukan pendekatan berbeda.
- Lahan yang masih dapat langsung dioptimalkan untuk ditanami kembali.
- Lahan yang kondisinya sudah tertutup material, seperti batu dan kayu, sehingga memerlukan proses pembersihan terlebih dahulu sebelum dapat difungsikan kembali.
Tito menjelaskan, "Itu harus di-apa namanya itu, dibersihkan. Namanya program cetak sawah baru. Meskipun sawah ini sawah lama, tapi anggarannya, anggaran cetak sawah baru." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun lahan tersebut merupakan sawah yang sudah ada sebelumnya, proses pemulihannya akan menggunakan mekanisme dan anggaran serupa dengan program pembukaan sawah baru, mengingat tingkat kerusakan yang signifikan.
Durasi Pengerjaan dan Komitmen Pengawalan
Durasi pengerjaan pemulihan ini akan sangat bergantung pada luas wilayah yang terdampak bencana. Tito menyadari sepenuhnya bahwa penanganan lahan pertanian pascabencana merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan koordinasi lintas sektor yang solid dan berkelanjutan. Namun, di tengah kompleksitas tersebut, ia menegaskan kembali komitmen pribadinya untuk terlibat langsung dalam mengawal seluruh proses agar berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
"Pasti saya kawal," pungkas mantan Kapolri tersebut dengan penuh keyakinan. Komitmen ini disampaikan kepada awak media usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengawakan Program Strategis Presiden yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta, pada hari yang sama.
Upaya pemulihan ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan aset fisik, tetapi juga untuk mengembalikan sumber penghidupan masyarakat setempat yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Dengan pendekatan terpadu dan pengawalan ketat, diharapkan produktivitas lahan di Sumatera dapat segera pulih, mendukung ketahanan pangan dan perekonomian regional.
