Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Awal dan Panjang, BMKG Ungkap Rinciannya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi bahwa musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan biasanya. Musim kering ini diproyeksikan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sebagian besar wilayah, meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Awal Musim Kemarau: April hingga Juni 2026
Menurut laporan BMKG, awal musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi secara bertahap dari April hingga Juni. Proses ini akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke daerah lain secara bertahap.
- April 2026: Wilayah yang mulai memasuki musim kemarau meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar DI Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Sulawesi Selatan.
- Mei 2026: Musim kemarau diperkirakan meluas ke Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan dan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, serta Papua bagian timur.
- Juni 2026: Kemarau diprediksi menjangkau sebagian besar Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai mengalami musim kemarau pada periode ini, dengan pergeseran waktu yang signifikan dibandingkan kondisi normal.
Puncak Musim Kemarau: Agustus 2026
BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada bulan Agustus, dengan sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia mengalami periode paling kering sepanjang tahun. Wilayah yang diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Papua.
Selain itu, sebagian wilayah lain diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli 2026, seperti Sumatera bagian tertentu, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, sebagian Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua diprediksi mencapai puncak pada September 2026.
Kondisi Umum Musim Kemarau 2026
Secara umum, musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal atau maju dibandingkan kondisi normal, dengan sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari rata-rata klimatologis. Wilayah-wilayah yang terdampak termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dari sisi curah hujan, sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami akumulasi curah hujan di bawah normal. Hal ini mengindikasikan kondisi kemarau yang lebih kering, yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di berbagai daerah.
Prediksi ini didasarkan pada analisis BMKG terhadap pola iklim dan data klimatologis, yang menunjukkan tren pergeseran musim yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pemerintah untuk mitigasi dampak negatifnya.



