Mendes Yandri Susanto Dorong Potensi Desa Diserap Dapur MBG dan Ekspor Global
Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa memiliki kekayaan alam dan potensi lokal yang sangat besar serta beragam. Hal ini, menurutnya, merupakan keunggulan yang tidak dimiliki oleh perkotaan. Oleh karena itu, desa yang berhasil memanfaatkan potensinya tersebut sangat mungkin diserap oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga dapat meningkatkan nilai tambah masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bantuan dari luar.
Fokus pada Identifikasi Potensi Desa
Dalam keterangannya pada Sabtu (4/4/2026), Yandri menyatakan, "Di kita banyak program, Pak. Ada desa lele, desa ikan nila, desa ayam petelur, desa jagung. Pak Wali Nagari harus bisa mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di desa. Karena itu semua dibutuhkan oleh program MBG. Harus mampu mendorong masyarakat desa untuk fokus budidaya itu." Pernyataan ini disampaikan saat ia bertemu dengan Wali Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat (3/4).
Dorongan untuk Merambah Pasar Nasional dan Global
Mantan Wakil Ketua MPR RI ini juga mendorong agar setiap hasil bumi dan keringat para petani di desa-desa dikelola dengan semaksimal mungkin agar dapat merambah ke pasar nasional, bahkan di kancah global. Menurutnya, Kemendes PDT telah banyak melakukan terobosan penting, khususnya pada sektor pertanian yang berhasil diekspor ke negara-negara tetangga, bahkan ke Eropa, sehingga menambah nilai tambah para petani setempat.
"Mungkin dari 103 desa itu mungkin ada beberapa desa yang punya potensi untuk diekspor. Ya nanti langsung ke negara tujuan, Pak. Selama ini kan petani yang capek, tapi gak dapat duit banyak. Kenapa, karena terlalu banyak tengkulak yang terlalu panjang rantainya itu," ujar mantan Anggota DPR RI itu. Ia menambahkan, "Jadi di kami ada program desa ekspor yang sudah banyak kami launching, kami lepas ke negara-negara tujuan. Jadi lepas bendera itu langsung dari desa saya itu, bukan dari pelabuhan."
Penekanan pada Pengelolaan Bantuan yang Transparan
Lebih lanjut, menteri asal Bengkulu Selatan ini menyampaikan bahwa pemerintah pusat menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel oleh pemerintah daerah, terutama dalam merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Tujuan utama dari bantuan itu adalah agar afirmasi pemerintah pusat ke daerah tidak hilang begitu saja tanpa jejak yang jelas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan masyarakat yang mengelola dan lingkungan di sekitarnya.
"Ini juga akan menjadi legacy Pak Bupati dan Pak DPR RI, dan kita semua. Jadi mohon dengan sangat, sebab kuncinya di kita semua, karena percuma Pak Bupati, Pak DPR keliling pidato program tapi bapak ibu tidak menyambut, tidak mengawal, hilang program itu Pak," papar mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu. "Misal dikasih bantuan satu miliar, hilang itu Pak kalau tidak dengan hati. Mungkin sekali panen aja setelah dikasih bantuan itu habis itu mati programnya. Tapi kalau dengan hati komitmen jiwa kita lahir batin, itu bisa Pak."
Respons dari Anggota DPR RI
Sementara itu, Anggota DPR RI F-PAN, Dapil Sumatera Barat II, Arisal Aziz, mengatakan bahwa kehadiran Yandri ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, membawa banyak hal yang harus didapatkan untuk memperjuangkan keinginan rakyat. "Kami persilahkan bapak-bapak Wali Nagari untuk bertanya dan menyampaikan langsung ke pak Menteri," ungkap Arisal Aziz.
Sebagai informasi, dalam kunjungannya ke Padang Pariaman, Yandri menyempatkan untuk melakukan Salat Jumat di Masjid Syekh Burhanuddin, dan setelah itu dilanjutkan dengan ziarah ke Makam ulama besar sekaligus penyebar Islam terkemuka di Minangkabau itu. Beliau dianggap sebagai pelopor utama penyebaran agama Islam secara masif di Sumatera Barat melalui pendekatan dakwah yang lemah lembut dan pendekatan budaya yang arif.



