KKP Tingkatkan Pengelolaan Rantai Dingin di Kampung Nelayan Merah Putih
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif memperkuat ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan fokus pada pengelolaan rantai dingin yang profesional dan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (Bimtek) yang ditujukan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha rantai dingin di lokasi tersebut.
Infrastruktur Rantai Dingin sebagai Fondasi Kesejahteraan
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menekankan bahwa keberadaan pabrik es dan cold storage di KNMP memainkan peran krusial dalam mendukung visi ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional. KKP berkomitmen untuk menjaga mutu produk perikanan dari proses produksi hingga pemasaran, dengan menyediakan sarana prasarana terintegrasi seperti:
- Gudang beku atau cold storage portabel
- Pabrik es untuk pendinginan hasil tangkapan
- Kendaraan berpendingin untuk distribusi
- Cool box untuk penyimpanan sementara
Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memastikan kualitas hasil tangkapan nelayan tetap terjaga sejak pascapanen hingga sampai ke konsumen, sehingga meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk perikanan.
Bimtek sebagai Strategi Penguatan Kapasitas
Melalui Bimtek, KKP berharap para pengelola KNMP dapat mengembangkan kapasitas strategis dalam mengelola sistem rantai dingin secara efisien. Machmud menyatakan bahwa keberhasilan rantai dingin tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi terutama pada kualitas pengelolaan usaha. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini menjadi langkah awal untuk memastikan sarana yang ada tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas, tetapi juga sebagai instrumen penciptaan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan nelayan.
Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS, Catur Sarwanto, menambahkan bahwa Bimtek ini melibatkan 350 peserta dari pengurus KDMP hingga Kepala Dinas Kabupaten/Kota di 65 lokasi yang telah menerima sarana rantai dingin. Ini merupakan bagian dari percepatan program KDMP dan KNMP, dengan rencana pendampingan lebih lanjut di lapangan yang akan melibatkan Kementerian Koperasi.
Integritas Pengelola sebagai Kunci Sukses
Dalam pelaksanaannya, pengalaman langsung dari pengurus koperasi perikanan menyoroti pentingnya integritas dalam mengelola usaha rantai dingin. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, Jawa Tengah, mengungkapkan lima kunci keberhasilan, termasuk:
- Hasil tangkapan dari nelayan yang berkualitas
- Penghitungan ongkos jasa distribusi yang presisi
- Seleksi tenaga kerja pengemudi yang ketat
- Servis berkala kendaraan
- Pengurus atau pengelola yang berintegritas tinggi
Senada dengan itu, Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera, menekankan bahwa kesamaan visi dan integritas para pengurus menjadi fondasi kesuksesan koperasi rantai dingin. Pengelolaan yang bertanggung jawab ini diyakini dapat mendorong usaha berjalan lancar dan berkelanjutan.
KNMP sebagai Program Transformasi Nelayan Tradisional
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa KNMP merupakan program terobosan pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi lebih modern dan produktif. KKP tidak hanya membangun sarana prasarana pendukung kegiatan perikanan, tetapi juga infrastruktur sosial seperti dermaga, bengkel kapal, balai pelatihan, dan kuliner dalam satu kawasan terpadu. Dengan penguatan rantai dingin ini, diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat signifikan, sekaligus mendongkrak mutu dan daya saing produk perikanan nasional di pasar global.



