KKP Bekali Pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih Teknik Pengelolaan Gudang Beku Portabel
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pembekalan kepada pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) terkait penerapan prinsip kelayakan pengolahan dalam pengelolaan gudang beku portabel. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pengelola sekaligus mendukung pengembangan unit bisnis koperasi nelayan di kawasan pesisir.
Sebagai salah satu unit usaha dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, KNMP diharapkan mampu berkontribusi pada ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengelolaan hasil perikanan yang lebih optimal.
Penguatan Rantai Nilai Perikanan
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah produk perikanan melalui penguatan sektor pengolahan dan pemasaran.
"Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan sektor pengolahan dan pemasaran. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi," terang Machmud di Jakarta, Kamis (19/3).
Lebih lanjut disampaikan bahwa pengembangan KNMP dilaksanakan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan rantai nilai perikanan secara komprehensif, mulai dari penanganan pascapanen, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk perikanan guna meningkatkan daya saing dan nilai tambah.
Machmud menjelaskan bahwa pembangunan Gudang Beku Portabel (GBP) di lokasi KNMP perlu didukung oleh kemampuan pengelola dalam menerapkan prinsip kelayakan pengolahan hasil perikanan. Hal ini penting mengingat produk perikanan merupakan komoditas yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan baik.
"Penting bagi pengelola dan operator GBP memahami bagaimana cara melakukan penanganan dan pengolahan ikan yang baik sehingga mutu ikan terjaga dan bisnispun terjaga," terang Machmud.
Pelatihan Standar Pengolahan untuk Tingkatkan Daya Saing
Sebagai langkah taktis, KKP mengumpulkan semua pengurus KNMP, khususnya penerima bantuan fasilitas gudang beku (cold storage) dan air blast freezer (ABF) untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penerapan Kelayakan Pengolahan bagi Pengelola KNMP.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Rabu, 11 Maret 2026 bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai prinsip kelayakan pengolahan. Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta dibekali pemahaman dan peningkatan kapasitas terkait Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) serta Penyusunan Panduan Mutu dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan guna menjamin mutu, keamanan, dan peningkatan daya saing produk.
Direktur Pengolahan, Tri Aris Wibowo, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lokasi KNMP merupakan langkah penting untuk menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing.
"Dengan penerapan standar pengolahan yang baik dan higienis, produk perikanan yang dihasilkan masyarakat pesisir diharapkan mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar," pungkas Aris.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan program KNMP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia. KNMP memiliki sejumlah fasilitas seperti cold storage, pabrik es, hingga kantor pengelola yang akan semakin memudahkan para nelayan untuk beraktivitas.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi dan manajemen yang tepat guna.



