Pemkot Jakpus Basmi Ikan Sapu-Sapu dan Telurnya Setiap Jumat untuk Selamatkan Ekosistem Sungai
Jakpus Basmi Ikan Sapu-Sapu dan Telurnya Setiap Jumat

Pemkot Jakarta Pusat Gencar Basmi Ikan Sapu-Sapu dan Telurnya demi Pulihkan Ekosistem Sungai

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat secara rutin menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu beserta telurnya di aliran sungai wilayah setempat setiap Jumat pagi. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengendalikan populasi ikan invasif yang telah mendominasi perairan.

"Setiap Jumat pagi, salah satu gerakannya adalah menangkap ikan sapu-sapu. Kami tidak hanya fokus pada ikannya, tetapi juga telurnya agar tidak kembali menginvasi sungai," ujar Arifin dalam keterangan resmi pada Jumat, 17 April 2026.

Target Pengurangan Populasi untuk Kembalikan Ikan Lokal

Arifin menjelaskan bahwa penangkapan ini mencakup delapan kecamatan di Jakarta Pusat, dengan tujuan mengurangi dominasi ikan sapu-sapu yang tahan terhadap kondisi sungai tercemar. Dia berharap, dengan ditangkapnya ikan dan telur tersebut, populasi hewan ini dapat ditekan sehingga sungai kembali dihuni oleh spesies lokal seperti mujair, lele, dan nila.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluhan dari para pemancing di wilayah Jakpus turut mendorong aksi ini, karena mereka kesulitan mendapatkan ikan-ikan lokal akibat invasi sapu-sapu. "Kita harus mampu melakukan pengurangan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta, karena sekarang ini sudah sangat menguasai," tambah Arifin.

Operasi Serentak DKI Jakarta Hasilkan 6,98 Ton Tangkapan

Secara paralel, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota pada Jumat yang sama, dari pukul 7.30 hingga 11.00 WIB. Hasilnya cukup signifikan, dengan total tangkapan mencapai 68.880 ekor atau setara 6,98 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengungkapkan bahwa Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 63.600 ekor (5,3 ton) dari Pintu Air Outlet Setu Babakan. Faktor jangkauan luas dan populasi tinggi di Setu Babakan disebut sebagai penyebab banyaknya tangkapan di wilayah tersebut.

Berikut rincian tangkapan dari wilayah lainnya:

  • Jakarta Timur: 4.128 ekor (825,5 kg) dari 10 titik kecamatan.
  • Jakarta Pusat: 536 ekor (565 kg) dari tujuh titik kecamatan.
  • Jakarta Utara: 545 ekor (271 kg) dari Saluran PHB RW 06, Kelapa Gading.
  • Jakarta Barat: 71 ekor (17 kg) dari Kali Anak TSI, Cengkareng.

Metode Pemusnahan dengan Dibelah dan Dikubur

Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu dimusnahkan dengan cara dibelah dua dan dikubur di lokasi yang telah ditetapkan, sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta untuk menjaga ekosistem lingkungan. "Ini dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan lebih lanjut dan mengembalikan keseimbangan perairan," jelas Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Arief Prakoso.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas unit kerja, termasuk Pusat Produksi Hasil Perikanan, Suku Dinas Lingkungan Hidup, dan Suku Dinas Sumber Daya Air, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani masalah invasif spesies ini secara menyeluruh.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga