Marno Saksikan Populasi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan Menyusut Pasca Operasi Penangkapan
Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan Menyusut Pasca Operasi

Marno Saksikan Populasi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan Menyusut Pasca Operasi Penangkapan

Pemancing di Setu Babakan, Marno, mengungkapkan pengalamannya menyaksikan penurunan drastis populasi ikan sapu-sapu di kawasan tersebut. Hal ini terjadi setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaksanakan operasi besar-besaran penangkapan ikan invasif ini pada Jumat, 17 April 2026.

Operasi Serentak di Lima Titik Jakarta

Berdasarkan pantauan di lapangan, operasi yang digelar serentak di lima titik di seluruh Jakarta, termasuk Pintu Air Outlet Setu Babakan, berlangsung dari pukul 7.30 hingga 11.00 WIB. Aliran air di pintu air setu babakan tampak deras dan keruh akibat pembukaan pintu, membuat ikan sapu-sapu tidak terlalu terlihat dari permukaan.

Di tepian, suasana relatif tenang dengan sejumlah pemancing berjejer. Meski tidak terlihat jelas, beberapa pemancing seperti Marno masih kedapatan menangkap ikan sapu-sapu. Marno, yang mulai memancing sejak pukul 08.00 pagi, mengaku belum mendapatkan mujair atau ikan mas yang diharapkan, tetapi justru menangkap sekitar 14 ekor ikan sapu-sapu dengan ukuran beragam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Signifikan Operasi Penangkapan

Marno mengakui bahwa operasi yang dijalankan oleh Pemprov DKI bersama pasukan oranye telah berdampak signifikan. Biasanya, dalam sekali memancing, ia bisa menangkap belasan ikan sapu-sapu sekaligus di jaringnya. "Tapi emang sudah berkurang sih dari biasanya," ujar Marno, menegaskan bahwa populasi ikan tersebut kini jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Hasil Tangkapan Mencapai 6,98 Ton

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, melaporkan bahwa total tangkapan dalam operasi tersebut mencapai 68.880 ekor dengan berat total 6.979,5 kilogram atau setara 6,98 ton. "Hasil tangkapan ikan yang diperoleh mencapai 6,98 ton," kata Hasudungan pada Jumat (17/4/2026).

Dari total tersebut, Jakarta Selatan (Jaksel) menjadi penyumbang terbesar dengan tangkapan mencapai 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton. Penangkapan terpusat di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa. Hasudungan menjelaskan bahwa jangkauan perairan yang luas serta populasi ikan sapu-sapu yang tinggi di Setu Babakan menjadi faktor utama banyaknya ikan yang berhasil ditangkap di wilayah tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penangkapan

Menurut Hasudungan, indikasi dan laporan masyarakat tentang populasi ikan sapu-sapu yang melimpah di Setu Babakan, ditambah dengan perairannya yang luas, mendorong efektivitas operasi ini. "Karena indikasi dan laporan masyarakat populasi ikan tersebut banyak di sana di samping itu perairannya luas," ujarnya.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dianggap invasif dan dapat mengganggu ekosistem perairan di Jakarta. Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memantau dan mengambil tindakan serupa guna menjaga keseimbangan lingkungan.

Dengan berkurangnya ikan sapu-sapu, diharapkan ikan lokal seperti mujair dan ikan mas dapat berkembang lebih baik, memberikan manfaat bagi para pemancing dan kelestarian alam di Setu Babakan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga