Kementan Tegaskan Bantuan Alat Pertanian Gratis di Medsos adalah Hoaks Penipuan
Bantuan Alat Pertanian Gratis di Medsos Hoaks, Kementan Tegaskan

Kementan Tegaskan Bantuan Alat Pertanian Gratis di Medsos adalah Hoaks Penipuan

Di tengah maraknya informasi di dunia digital, masyarakat kembali dihadapkan pada ancaman hoaks yang menyasar sektor pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) secara tegas menyatakan bahwa unggahan di media sosial yang mengklaim menawarkan bantuan alat pertanian gratis adalah informasi palsu dan termasuk dalam modus penipuan. Hal ini ditegaskan berdasarkan hasil penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, yang mengonfirmasi bahwa narasi tersebut tidak memiliki dasar kebenaran.

Peredaran Unggahan Hoaks di Platform Facebook

Unggahan berbahaya ini diketahui telah beredar luas di platform Facebook, dibagikan oleh beberapa akun yang tidak bertanggung jawab. Akun-akun tersebut memposting tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan bantuan alat pertanian dari Kementan secara cuma-cuma. Berdasarkan investigasi, unggahan hoaks ini aktif dibagikan pada periode Januari dan Februari 2026, menunjukkan pola penyebaran yang terorganisir dan berpotensi menjerat korban dari kalangan petani maupun masyarakat umum.

Narasi yang disebarkan dalam unggahan tersebut biasanya mengandung iming-iming bantuan peralatan pertanian modern tanpa biaya, dengan klaim palsu bahwa program ini merupakan inisiatif resmi dari pemerintah. Modus ini diduga kuat bertujuan untuk mengelabui pengguna media sosial agar mengklik tautan berbahaya, yang dapat mengarah pada pencurian data pribadi atau transaksi finansial ilegal.

Kementan Ajak Masyarakat Waspada dan Verifikasi Informasi

Dalam menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama para petani, untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi di media sosial. Setiap program bantuan resmi dari Kementan selalu disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, seperti website kementerian, siaran pers, atau konferensi pers yang dapat diverifikasi kebenarannya. Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang tampak menguntungkan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Kementan menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus-kasus penipuan semacam ini, guna melindungi masyarakat dari kerugian materiil dan non-materiil. Edukasi tentang literasi digital dan keamanan siber juga menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penyebaran hoaks di sektor pertanian.

Dengan meningkatnya kasus hoaks yang memanfaatkan isu pertanian, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya verifikasi informasi dapat ditingkatkan, sehingga tidak mudah menjadi korban penipuan yang merugikan.