Pemerintah Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Swasembada Pangan
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (4/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi bagian penting dalam program swasembada pangan nasional.
Trenggono menegaskan bahwa KNMP harus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para nelayan. "Ini bagian dari rangkaian perjalanan saya mengecek seluruh pembangunan KNMP. Sebelumnya dari NTT, NTB, Jawa Timur dan hari ini di DIY. Besok akan ke Jateng dan minggu depan ke Sulawesi," ujarnya didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.
Progres Pembangunan dan Fasilitas Lengkap
Trenggono mengaku senang dengan progres pembangunan KNMP Poncosari yang dinilai cukup sempurna. Saat ini, KNMP tersebut siap beroperasi dan tinggal menunggu penyelesaian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Selain itu, pemerintah akan menggulirkan program asuransi bagi nelayan untuk kenyamanan mereka saat beraktivitas di laut.
"SPBN sedang kami upayakan, dan nanti seluruh nelayan akan diberikan asuransi," tutur Trenggono. Kampung Nelayan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
- Pabrik es untuk penyimpanan hasil tangkapan
- Gudang beku untuk menjaga kualitas ikan
- Area kuliner untuk pengembangan ekonomi lokal
- Fasilitas perawatan kapal untuk efisiensi operasional
Pemerintah berencana menggandeng investor untuk membantu proses pemasaran produk perikanan yang dihasilkan.
Target 1.000 KNMP hingga Pelosok Negeri
Trenggono menjelaskan bahwa program KNMP merupakan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto yang konsisten membangun sektor kelautan, perikanan, dan pangan. "Tahun depan akan dikembangkan lagi 1.000 KNMP sampai di daerah terpencil," ujarnya. Target ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam mendorong swasembada pangan melalui pemberdayaan nelayan.
Pada tahun 2025, sekitar 100 kampung nelayan telah dibangun di berbagai daerah, termasuk di DIY. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan secara signifikan.
Dukungan dari Komisi IV DPR RI
Di lokasi yang sama, Titiek Soeharto menyatakan kegembiraannya atas pembangunan KNMP di Poncosari. "Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk nelayan," kata Titiek berharap. Ia juga berpesan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tegas dalam menjaga ketersediaan lobster, mengingat banyak benih bening lobster di Gunungkidul yang dilindungi namun rentan diselundupkan.
"Kami minta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan agar ini ditertibkan. Jangan sampai BBL ini diselundupkan," ungkap Titiek menegaskan.
Harapan Nelayan di Bantul
Para nelayan di Kabupaten Bantul, DIY, menyambut baik program KNMP yang digagas Presiden Prabowo. Punijo, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan harapannya. "Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP," katanya.
Menurut Punijo, sekitar 150 nelayan di Poncosari menggantungkan hidupnya dari aktivitas menangkap ikan. Namun, profesi ini menghadapi kendala seperti gelombang besar di pantai selatan yang membahayakan. Hasil tangkapan ikan juga tidak menentu, berkisar dari 500 kilogram saat sepi hingga lebih banyak saat musim ikan.
Dengan adanya fasilitas perbengkelan untuk kapal, nelayan kini tidak perlu lagi memperbaiki mesin kapal hingga ke luar daerah seperti Cilacap. "Di sini juga akan dilengkapi dengan layanan kuliner," tambah Punijo, yang melihat potensi peningkatan ekonomi lokal.
Program KNMP diharapkan tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga membawa transformasi positif bagi kehidupan nelayan di seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil.
