Pemerintah Percepat Gerakan Nasional Bersih Pasar untuk Dongkrak Kunjungan Pasar Tradisional
Pemerintah Indonesia secara resmi mempercepat implementasi Gerakan Nasional Bersih Pasar sebagai upaya strategis untuk menciptakan lingkungan pasar rakyat yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Langkah ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional, yang belakangan mulai ditinggalkan akibat persoalan kebersihan.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Kebersihan Pasar
Gerakan ini dibangun melalui kolaborasi intensif antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah setempat. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kebersihan pasar merupakan faktor kritis agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Gerakan bersih pasar ini sebenarnya salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan kenyamanan para pedagang serta pengunjung. Dengan demikian, pasar rakyat dapat tetap menjadi destinasi favorit untuk berbelanja dan bahkan berwisata kuliner," ujar Budi Santoso pada Kamis (12/3/2026), seperti dilaporkan Antara.
Dampak Positif Kebersihan Pasar terhadap Ekonomi
Menurut Budi, peningkatan standar kebersihan di area pasar tidak hanya berdampak positif pada kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi signifikan meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan. "Jika pasarnya bersih dan sehat, maka semakin banyak orang yang akan datang untuk berbelanja," tegasnya.
Pemerintah juga aktif mendorong para pedagang untuk lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar, antara lain dengan menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai dan mudah dijangkau. Hal ini diharapkan dapat mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan baik oleh pengunjung maupun pedagang sendiri.
Pasar sebagai Titik Strategis Pengelolaan Sampah Perkotaan
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Nasional Bersih Pasar. Ia menekankan bahwa pasar rakyat merupakan salah satu titik penting dalam pengelolaan sampah di perkotaan, mengingat aktivitas masyarakat yang sangat padat di lokasi tersebut menghasilkan timbulan sampah dalam volume besar.
"Pasar sebagai simpul budaya tentu dimaknai sebagai tempat berbagai macam karakter berkumpul. Oleh karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya mencerminkan kebersihan budaya di masing-masing masyarakatnya," jelas Hanif.
Evaluasi Berkala dan Kewajiban Pengelolaan Sampah Mandiri
Hanif mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem pengelolaan sampah di kawasan pasar. Saat ini, hampir seluruh pasar di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) telah dikenakan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk menyelesaikan pengelolaan sampahnya secara mandiri.
Volume sampah dari kawasan pasar dan aktivitas perkotaan di Jakarta mencapai hampir 1.000 ton per hari, sehingga diperlukan upaya serius dan kolaboratif untuk mengatasinya. Hanif menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal pengelolaan yang efektif.
"Sehebat apapun teknologi yang digunakan, secanggih apapun metodologi yang didebatkan, pengelolaan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan," pungkas Hanif. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meringankan beban kerja petugas.
Dengan hadirnya Gerakan Nasional Bersih Pasar, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat, nyaman, dan menarik bagi seluruh pihak, sekaligus memperkuat peran pasar tradisional dalam perekonomian lokal.
