Warga Cakung Sewa Dua Angkutan Kota untuk Wisata Keluarga Besar ke Ragunan
Seorang warga Cakung, Jakarta Timur, bernama Muslim (32 tahun), menarik perhatian publik dengan mengajak 22 anggota keluarga besarnya berwisata ke Taman Margasatwa Ragunan. Ia memilih cara unik dengan menyewa dua angkutan kota (angkot) untuk mengangkut seluruh rombongan. Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang dilakukan rutin setiap tahun usai melakukan ziarah makam.
Kisah Perjalanan Keluarga dengan Angkot
Muslim menjelaskan bahwa perjalanan dimulai dari Cakung, tepatnya di daerah Kayu Tinggi. "Iya, naik angkot dari Cakung, Kayu Tinggi. Kita rombongan dua mobil ini. Setiap tahun kita, kan habis saya ziarah makam mertua, almarhum, karena Covid, langsung ke sini (Ragunan)," ujarnya kepada media pada Selasa, 24 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak pandemi Covid-19, menjadi momen kebersamaan yang dinantikan.
Biaya Hemat untuk Rombongan Besar
Dari segi biaya, Muslim mengungkapkan bahwa ia merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu per angkot untuk sewa harian. Angka ini belum termasuk biaya tol dan bensin yang ditanggung terpisah. "Rp 500 ribu charternya. Iya, pokoknya dari pagi sampai jam 5-lah nanti sewanya sama sopirnya sekalian. Tol, bensin, kita bayar sendiri, lain lagi itu. Bakal muat lah kalau angkot, 22 orang," jelasnya. Menurutnya, pilihan ini terbilang hemat karena mampu mengangkut seluruh keluarga besar yang berjumlah 22 orang dengan nyaman.
Alasan Memilih Ragunan sebagai Destinasi
Lebih lanjut, Muslim memaparkan alasan memilih Ragunan sebagai tujuan wisata keluarga. "(Kenapa Ragunan) Soalnya tempatnya adem, tempatnya luas, ya nyaman gitu buat anak-anak pada bermain. Iya, lihat-lihat binatang, mumpung masih ada binatang," tuturnya. Lokasi yang luas dan suasana asri di Taman Margasatwa Ragunan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berlarian dan menikmati keindahan satwa, menjadikannya pilihan ideal untuk rekreasi bersama.
Tradisi tahunan ini tidak hanya sekadar wisata, tetapi juga mempererat ikatan keluarga setelah melakukan ziarah makam. Dengan menggunakan angkot, Muslim dan keluarganya menunjukkan bahwa kebersamaan dapat dinikmati dengan cara yang sederhana dan terjangkau, sambil menciptakan kenangan berharga di tengah kesibukan sehari-hari.



