Pedagang Siomay Mudik dari Cilacap ke Pemalang Jalan Kaki Dorong Gerobak
Pedagang Siomay Mudik Cilacap-Pemalang Jalan Kaki

Pedagang Siomay Lakukan Perjalanan Mudik Unik: Jalan Kaki 130 Km Dorong Gerobak

Sebuah aksi mudik yang tidak biasa dilakukan oleh seorang pedagang siomay asal Jawa Tengah. Edi Rusidi (50) memilih untuk melakukan perjalanan mudik dari Cilacap ke Pemalang dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak dagangannya, menempuh jarak sekitar 130 kilometer.

Perjalanan Penuh Makna untuk Menunaikan Nazar

Dilaporkan dari Purbalingga, Edi memulai perjalanan mudiknya dari Sampang, Cilacap, pada Senin (16/3/2026) pukul 06.00 WIB. Dia berencana tiba di kampung halamannya di Desa Banyumudal, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (20/3) malam. Perjalanan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menunaikan nazar yang pernah diucapkannya dua tahun lalu.

"Dulu saya pernah mengalami kecelakaan di kaki, sampai tidak bisa berjalan karena dislokasi dengkul. Saat itu saya bernazar, jika bisa sembuh saya ingin berjalan kaki," tutur Edi menjelaskan motivasi di balik perjalanan mudik yang tidak biasa ini.

Persiapan Fisik dan Mental untuk Tempuh 130 Km

Edi mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menempuh perjalanan sejauh 130 kilometer. "Kalau naik motor mungkin hanya butuh tiga jam. Namun dengan berjalan kaki, saya perkirakan membutuhkan waktu 4 hari 4 malam," ujarnya. Perjalanan ini tercatat saat dia tiba di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, pada Selasa (17/3/2026).

Gerobak Siomay Ikut Dibawa untuk Lanjutkan Usaha

Alasan Edi membawa serta gerobak dagangannya dalam perjalanan mudik ini ternyata memiliki tujuan praktis. Dia berencana untuk melanjutkan usaha berjualan siomay di kampung halamannya setelah tiba di Pemalang. "Saya akan melanjutkan berjualan siomay di kampung halaman," jelasnya tentang rencana setelah mudik.

Perjalanan mudik dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak ini menjadi contoh ketekunan dan komitmen seorang pedagang kecil dalam menunaikan janji sekaligus mempersiapkan kehidupan ekonomi di kampung halaman. Aksi Edi ini mengingatkan kita pada semangat mudik yang tidak hanya tentang pulang kampung, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan yang dipegang teguh.