Jelang Imlek, Pedagang Bandeng Rawa Belong Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari
Pedagang Bandeng Rawa Belong Raup Omzet Jutaan Jelang Imlek

Jelang Imlek, Pedagang Bandeng Rawa Belong Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari

Jakarta - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana di Festival Rawa Belong, Jakarta Barat, terlihat sangat ramai dengan antrean pembeli yang memadati lapak pedagang ikan bandeng. Para pedagang di lokasi ini mengalami peningkatan penjualan yang signifikan, dengan omzet harian yang mampu mencapai jutaan rupiah.

Omzet Meningkat Drastis Selama Sepekan

Salah satu pedagang, Japri (30), mengungkapkan bahwa ia berhasil meraup omzet hingga Rp 15 juta setelah membuka lapak musiman di Rawa Belong selama sepekan. Japri, yang telah berdagang ikan sejak kelas 6 SD dan berperan sebagai bandar di Muara Angke, secara rutin menjual bandeng di lokasi ini setiap tahun saat Imlek tiba.

"Dari tanggal enam mulai jualan di sini. Kalau dagang ikan sih sudah lama, dari kelas 6 SD sudah dagang. Saya bandar di Muara Angke, tapi tiap Imlek saja jualan di sini," kata Japri di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, pada Sabtu (14/2/2026).

Stok Besar dan Harga Variatif

Japri membawa stok bandeng sebanyak 5 ton per hari untuk dijual di festival tersebut. Hingga saat ini, sekitar 3 ton bandeng telah terjual, menunjukkan tingginya permintaan konsumen. Bandeng dijual dengan dua sistem harga: per ekor dan per kilogram, tergantung ukurannya.

  • Bandeng ukuran sedang dijual sekitar Rp 60 ribu per ekor, dengan berat rata-rata 1,2-1,3 kilogram.
  • Bandeng jumbo dijual dengan harga Rp 75 ribu per kilogram.

Japri menambahkan bahwa harga masih bisa dinegosiasikan, sesuai dengan suasana pasar yang fleksibel. Bandeng yang dijual merupakan campuran dari hasil tambak dan laut, dengan pasokan tambak membantu menjaga keuntungan karena bandeng laut dinilai memberikan margin yang lebih tipis.

Dukungan dari Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut serta dalam meramaikan festival dengan memborong ikan bandeng. Saat membuka Festival Bandeng Rawa Belong, Pramono membeli lima ekor bandeng dengan total berat lebih dari 14 kilogram. Aksi belanja ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pedagang dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.

"Tadi sambil berjalan dari depan sampai tempat duduk, saya sudah membeli tiga bandeng. Termasuk bandeng yang paling besar tadi, 14,67 kilogram. Pulangnya saya beli 3 lagi," ujar Pramono.

Bandeng berukuran jumbo tersebut rencananya akan diserahkan kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk diolah, dengan Pramono berkelakar meminta agar dimasak dengan menu terbaik dan dikirim ke rumahnya. Ia juga mengajak para pejabat dan tamu yang hadir untuk ikut berbelanja, menekankan bahwa transaksi langsung dapat membantu menggerakkan ekonomi usaha kecil.

Harapan untuk Tradisi yang Berkelanjutan

Pramono berharap agar Festival Bandeng Rawa Belong dapat terus dipertahankan sebagai tradisi tahunan dan berkembang menjadi ikon budaya Betawi yang dikenal secara nasional hingga internasional. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkaya budaya lokal tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi warga setempat, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan tingginya permintaan bandeng setiap tahun menjelang Imlek, para pedagang seperti Japri optimis bahwa penjualan akan tetap lancar dan bahkan seringkali habis sebelum hari perayaan tiba. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya tradisi kuliner dalam merayakan momen penting seperti Imlek di Indonesia.