Menteri Nadiem Makarim Dorong Transformasi Benteng Marlborough Jadi Pusat Edukasi Wisata Sejarah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong agar Benteng Marlborough di Bengkulu dikembangkan menjadi pusat edukasi wisata sejarah yang lebih menarik dan informatif. Benteng peninggalan kolonial Inggris ini diharapkan tidak hanya sebagai objek wisata biasa, tetapi juga sebagai tempat pembelajaran sejarah yang interaktif bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Fokus pada Pengembangan Konten Edukatif
Dalam kunjungannya ke Bengkulu, Nadiem menekankan pentingnya memperkaya konten edukatif di Benteng Marlborough. Ia mengusulkan integrasi teknologi dan metode penyajian yang lebih modern, seperti penggunaan audio visual, augmented reality, atau tur virtual, untuk membuat pengalaman belajar sejarah menjadi lebih hidup dan mudah dipahami. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat pengunjung terhadap sejarah lokal dan nasional.
"Kita perlu membuat sejarah tidak membosankan, tetapi menarik dan relevan dengan kehidupan saat ini," ujar Nadiem. Ia menambahkan bahwa pengembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Potensi Benteng Marlborough sebagai Destinasi Wisata Unggulan
Benteng Marlborough, yang dibangun pada abad ke-18 oleh East India Company, memiliki nilai sejarah tinggi sebagai saksi bisu perjalanan kolonialisme di Indonesia. Dengan lokasinya yang strategis di Kota Bengkulu, benteng ini berpotensi besar menjadi destinasi wisata unggulan yang menggabungkan unsur rekreasi dan pendidikan.
Pengembangan sebagai pusat edukasi wisata sejarah diharapkan dapat:
- Meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
- Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Bengkulu dan Indonesia.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Stakeholder
Nadiem menegaskan bahwa pengembangan Benteng Marlborough memerlukan kolaborasi erat antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan pemerintah daerah Bengkulu serta stakeholder terkait. Rencana ini termasuk revitalisasi fasilitas, pelatihan pemandu wisata, dan pengembangan materi edukasi yang berkualitas.
Dengan langkah ini, diharapkan Benteng Marlborough tidak hanya menjadi ikon sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran yang inspiratif, mendukung visi Indonesia dalam memajukan pendidikan dan pariwisata berkelanjutan.