Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah Desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Bantuan ini difokuskan untuk memulihkan kondisi para korban dan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam tersebut.
Rincian Bantuan untuk 50 Penerima Manfaat
Program bantuan tersebut menyasar sebanyak 50 penerima manfaat di Desa Banjar. Bantuan ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai kebutuhan mendesak pasca-banjir. Fokus utamanya adalah pada perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan, serta penguatan ekonomi keluarga yang terdampak untuk membantu mereka bangkit kembali.
Dukungan untuk Fasilitas Umum dan Ibadah
Selain bantuan langsung kepada warga, Pemprov Bali juga mengalokasikan dana untuk perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang. Hal ini mencakup perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan saluran air. Tidak ketinggalan, perbaikan tempat ibadah yang terdampak juga menjadi prioritas untuk memulihkan kehidupan spiritual masyarakat setempat.
Santunan bagi Keluarga Korban Meninggal
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral, pemerintah juga memberikan santunan khusus bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana ini. Santunan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi dan psikologis yang ditanggung oleh keluarga yang berduka.
Total Nilai Bantuan Mencapai Rp 1,2 Miliar
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengonfirmasi bahwa total nilai bantuan yang disalurkan untuk korban banjir di Kabupaten Buleleng mencapai Rp 1,2 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen serius Pemprov Bali dalam menangani dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.
"Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga Bali yang terkena musibah. Kami berharap dengan dukungan ini, masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Gubernur Wayan Koster dalam pernyataannya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi yang ketat antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat setempat untuk memastikan tepat sasaran dan transparan. Pemprov Bali juga terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan tambahan jika diperlukan.
