Pemerintah Jerman meluncurkan kebijakan baru melalui 34 langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lesu. Langkah-langkah tersebut mencakup pemotongan pajak penghasilan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah, perombakan sistem pensiun, serta aturan yang lebih ketat untuk cuti sakit karyawan.
Pemotongan Pajak untuk Meringankan Beban
Kanselir Friedrich Merz, dalam pernyataannya yang dilansir dari Euro News pada Jumat (3/7/2026), menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas bisnis dan meringankan beban biaya hidup para karyawan. "Kami berupaya meningkatkan fleksibilitas bisnis kami," kata Merz. Pemotongan pajak penghasilan akan berlaku khusus untuk pekerja kelas menengah dan bawah, memberikan mereka lebih banyak daya beli di tengah tekanan inflasi.
Perombakan Sistem Pensiun
Selain pemotongan pajak, pemerintah juga akan menambah masa pensiun sebagai bagian dari reformasi sistem pensiun. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dana pensiun di tengah populasi yang menua. Meskipun detail teknis belum diumumkan, kebijakan ini diprediksi akan menunda usia pensiun secara bertahap.
Aturan Cuti Sakit Lebih Ketat
Pemerintah juga memberlakukan aturan yang lebih ketat terkait cuti sakit karyawan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan cuti dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Aturan baru ini akan mensyaratkan dokumentasi medis yang lebih ketat bagi karyawan yang mengambil cuti sakit dalam jangka waktu tertentu.
Dampak terhadap Ekonomi Jerman
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jerman yang mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan memberikan insentif pajak dan memperkuat sistem pensiun, pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi domestik dan stabilitas fiskal. Para analis ekonomi menyambut baik kebijakan ini, namun mengingatkan bahwa implementasi yang efektif akan menjadi kunci keberhasilannya.



