Fenomena Resign Setelah THR Lebaran: Tren Tidak Selalu Masif Setiap Tahun
Resign Setelah THR Lebaran: Tren Tidak Selalu Masif

Fenomena Resign Setelah THR Lebaran: Tren Tidak Selalu Masif Setiap Tahun

Fenomena karyawan yang mengundurkan diri setelah menerima tunjangan hari raya (THR) kerap menjadi topik hangat yang diperbincangkan menjelang dan setelah perayaan Lebaran. Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi secara masif di setiap tahunnya, menunjukkan variasi dalam tren ketenagakerjaan nasional.

Belum Ada Gelombang Besar Pengunduran Diri Tahun Ini

Ria Novita, Talent Acquisition Manager Jobstreet by SEEK, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, belum terlihat gelombang besar pengunduran diri pasca pencairan THR. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa potensi untuk hal tersebut tetap ada dan perlu diwaspadai oleh perusahaan-perusahaan di berbagai sektor.

"Fenomena resign setelah Lebaran memang ada, tetapi biasanya tidak dalam jumlah signifikan dibandingkan periode lain, seperti akhir tahun atau setelah performance review yang berkaitan dengan promosi dan kenaikan gaji," kata Ria dalam pandangannya yang diminta oleh media, Selasa (10/3/2026).

Karyawan Umumnya Sudah Memiliki Rencana Sebelumnya

Menurut analisis Ria, karyawan yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah menerima THR umumnya memang sudah memiliki rencana untuk resign sejak jauh sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut bukanlah impulsif, melainkan bagian dari strategi karir yang telah dipersiapkan dengan matang.

Faktor-faktor seperti pencarian peluang kerja baru, pertimbangan keseimbangan hidup, atau ketidakpuasan dengan kondisi kerja sering kali menjadi pemicu utama di balik fenomena ini. Meski trennya tidak selalu masif, perusahaan disarankan untuk tetap memperhatikan retensi karyawan melalui program pengembangan dan komunikasi yang efektif.