Prabowo Janji Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen, Driver Berharap Terealisasi
Prabowo Janji Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen

Presiden Prabowo Subianto berencana memangkas potongan komisi aplikator ojek online (ojol) yang saat ini mencapai 20 persen menjadi di bawah 10 persen. Para driver ojek online menyambut positif pernyataan Prabowo tersebut, meskipun masih menunggu realisasinya.

Harapan Driver Ojol

Diah (49), seorang driver Gojek yang telah mengaspal sejak 2015, mengaku sangat mendambakan kebijakan tersebut. Menurutnya, potongan di bawah 10 persen akan sangat meringankan beban para driver.

"Wah itu sangat bagus sekali! Suka deh, aku mau. Itu dambaan semua driver," kata Diah saat ditemui di sela-sela aksi May Day di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Diah bercerita bahwa potongan 20 persen saat ini sangat memberatkan, terutama pada layanan fitur 'hemat'. Ia mencontohkan, untuk tarif layanan hemat sebesar Rp 20 ribu, driver terkadang hanya menerima bersih sekitar Rp 17.000 karena masih terpotong biaya aplikasi.

"Maksud kita kalau sudah (tarif) hemat itu kan sudah murah, Rp 27 ribu jadi Rp 20 ribu, tapi kita masih kena potongan. Harusnya potongan itu dibebankan ke aplikator. Kalau cuma 10 persen atau di bawah itu, tentu jauh lebih ringan buat kami," tambahnya.

Pengalaman Pahit Janji Tak Terealisasi

Senada dengan Diah, Sule (46), driver ojol lainnya yang mulai narik sejak 2019, juga menyambut baik rencana Prabowo. Namun, Sule berharap hal itu bukan sekadar janji politik.

"Kalau itu (potongan 8 persen) terealisasi ya lebih bagus, tapi buktikan dulu ke depannya kalau emang bener. Jangan kayak kemarin, katanya mau dapet THR besar, realitanya saya dari 2019 sampai sekarang cuma dapet Rp 50 ribu," tutur Sule.

Sule menyebut saat ini pendapatan driver semakin terhimpit biaya operasional. Mulai dari sewa motor hingga pembelian baterai bagi pengguna motor listrik.

Pendapatan Minim Akibat Potongan Besar

Menurut Sule, jika potongan aplikator tetap di angka 20 persen, pendapatan yang bisa dibawa pulang ke rumah menjadi sangat minim. Ia berharap janji Prabowo bahwa 92 persen pendapatan untuk driver benar-benar terealisasi.

"Pendapatan kita nggak bisa buat ke rumah kalau potongan masih besar. Jadi kalau Pak Prabowo bilang 92% buat driver, itu adil. Tapi ya itu, jangan sampai di kantor (aplikator) nggak nyampe ke kita atau nggak terealisasi," harap Sule.

Tuntutan Lain Para Driver

Selain soal potongan, para driver ojol juga menitipkan pesan kepada pemerintah terkait perbaikan sistem asuransi kecelakaan yang dianggap masih berbelit-belit. Mereka juga meminta standarisasi tunjangan yang lebih merata bagi para mitra yang sudah bertahun-tahun bekerja bersama aplikator.

Para driver berharap pemerintah serius dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka, tidak hanya saat musim kampanye atau aksi buruh seperti May Day.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga