Polling WFH: Senin Jadi Pilihan Terfavorit, Yogyakarta dan Jatim Pilih Hari Berbeda
Polling WFH: Senin Pilihan Terfavorit, Daerah Pilih Hari Berbeda

Polling WFH Ungkap Hari Favorit Pekerja Indonesia

Pemerintah Indonesia berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan ini muncul sebagai bagian dari efisiensi anggaran menyusul dampak konflik Timur Tengah. Meskipun teknis pelaksanaannya masih disusun oleh para menteri dan akan diumumkan setelah libur Lebaran, publik telah menunjukkan antusiasme melalui polling yang digelar media.

Senin Mendominasi Pilihan Masyarakat

detikcom membuka polling pada Senin (23/3/2026) untuk mengetahui preferensi hari pelaksanaan WFH. Hasil sementara hingga Rabu (25/3/2026) menunjukkan distribusi yang menarik:

  1. Senin: 41,96%
  2. Selasa: 2,68%
  3. Rabu: 16,96%
  4. Kamis: 1,79%
  5. Jumat: 36,61%

Data ini mengungkapkan bahwa hampir 42% responden memilih Senin sebagai hari ideal untuk bekerja dari rumah, sementara Jumat menjadi pilihan kedua dengan persentase mendekati 37%. Pilihan ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk memulai atau mengakhiri pekerjaan dengan fleksibilitas lebih.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Daerah Sudah Bergerak dengan Pilihan Berbeda

Sementara pemerintah pusat masih menyiapkan regulasi, beberapa daerah telah mengambil inisiatif dengan membahas dan bahkan menentukan hari pelaksanaan WFH.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan kesiapannya menerapkan skema WFH satu hari sepekan dengan memilih Jumat sebagai hari pelaksanaan bagi ASN Pemkot Yogyakarta. "Agar kerja tetap efektif, rencana saya Jumat WFH," ujarnya seperti dilansir detikJogja pada Minggu (22/3).

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan Rabu sebagai hari WFH. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi long weekend jika Jumat dipilih. "Kalau hari Jumat, ada kecenderungan bablas menjadi long weekend. Ini yang kita hindari," jelas Khofifah dalam sambutannya di Apel Perdana ASN Pemprov Jatim usai libur Lebaran 2026.

Latar Belakang dan Implementasi Kebijakan

Kebijakan WFH satu hari sepekan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran tetapi juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keseimbangan kerja-pekerja. Para menteri terkait masih dalam proses penyusunan detail teknis, termasuk mekanisme pengawasan dan evaluasi, yang rencananya akan diumumkan secara resmi setelah periode libur Lebaran.

Polling yang masih berlangsung ini memberikan gambaran awal tentang preferensi masyarakat, yang mungkin menjadi pertimbangan tambahan bagi pemerintah dalam menetapkan hari pelaksanaan. Partisipasi publik dalam polling semacam ini menunjukkan tingginya minat terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada rutinitas kerja sehari-hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga