KOMPAS.com - Seorang petugas sampah asal Inggris, Wilbur Ramirez, pernah merasakan langsung beratnya pekerjaan petugas sampah di Jakarta pada tahun 2012. Selama sepuluh hari, ia mengikuti aktivitas Imam Syafi, seorang petugas sampah di kawasan Guntur, Jakarta Selatan. Pengalaman tersebut ternyata jauh lebih berat daripada yang pernah dibayangkannya.
Pengalaman yang Tak Terlupakan
Setelah menjalani pekerjaan tersebut, Wilbur mengaku bahwa ia nyaris tidak sanggup menahan beban fisik yang harus dijalani setiap hari. Ia mengatakan bahwa pekerjaan itu sangat sulit dan ia sempat mengira tidak akan mungkin bisa berjalan seharian sambil menarik gerobak bolak-balik dua atau tiga kali.
“Sangat sulit sekali dan saya sempat mengira tidak akan mungkin bisa berjalan seharian sambil menarik gerobak bolak-balik dua atau tiga kali. Mau mati rasanya,” kata Wilbur, sebagaimana diberitakan BBC Indonesia pada 30 Maret 2012.
Perbandingan dengan Pekerjaan di Inggris
Wilbur Ramirez adalah seorang petugas sampah profesional di Inggris. Namun, pengalamannya di Jakarta membuka matanya tentang betapa beratnya pekerjaan serupa di negara berkembang. Ia mengakui bahwa kondisi di Jakarta jauh lebih menantang, terutama karena infrastruktur yang kurang memadai dan volume sampah yang besar.
Selama sepuluh hari, Wilbur harus menarik gerobak sampah yang penuh dengan beban berat, berjalan di jalanan yang padat dan sering kali berlubang. Ia juga harus berhadapan dengan cuaca panas dan lembab yang membuat pekerjaan semakin melelahkan.
Apresiasi untuk Petugas Sampah Jakarta
Pengalaman ini membuat Wilbur semakin menghargai kerja keras para petugas sampah di Jakarta. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan memberikan apresiasi yang layak bagi mereka yang bekerja di sektor ini.
Kisah Wilbur Ramirez menjadi pengingat bahwa pekerjaan petugas sampah adalah pekerjaan yang mulia namun penuh tantangan. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja mereka.



