Pemkot Tangerang Tekan Angka Pengangguran Lewat Program Gampang Kerja
Pemerintah Kota Tangerang berhasil menurunkan angka pengangguran melalui inisiatif ketenagakerjaan yang komprehensif. Data terbaru menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka di kota ini mengalami penurunan signifikan, dari 5,92 persen pada tahun 2024 menjadi 5,88 persen di tahun 2025.
Efektivitas Program Ketenagakerjaan
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan membaiknya kondisi pasar kerja serta efektivitas program ketenagakerjaan yang dijalankan secara berkelanjutan. "Program Gampang Kerja telah berkontribusi besar dalam penurunan angka pengangguran di Kota Tangerang," jelas Ujang dalam keterangan resminya.
Selain fokus pada pengurangan pengangguran, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan pekerja. Upah Minimum Kota Tangerang untuk tahun 2026 naik sebesar 6,5 persen, dari Rp 5.069.708 menjadi Rp 5.399.405. Kenaikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi dan meningkatkan taraf hidup pekerja.
Berbagai Inisiatif Penyerapan Tenaga Kerja
Program Gampang Kerja tidak hanya sekadar wacana, tetapi diimplementasikan melalui berbagai kegiatan konkret:
- Job Fair Hybrid: Diselenggarakan sepanjang tahun 2025, baik secara luring maupun daring, berhasil menyerap 2.034 tenaga kerja.
- Mobil Pelatihan Praktik Kerja (Si Praja): Telah dimanfaatkan oleh 1.063 peserta untuk meningkatkan keterampilan.
- On The Job Training (OJT): Diikuti oleh 340 peserta yang ditempatkan di 11 perusahaan, memberikan pengalaman kerja langsung sesuai kebutuhan industri.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan peran penting Balai Latihan Kerja dalam upaya ini. "BLK telah melatih 428 peserta untuk peningkatan kompetensi, sementara Bursa Kerja Khusus berhasil memfasilitasi 116 peserta dan menyalurkan 6.206 pencari kerja ke berbagai sektor usaha," ujarnya.
Kolaborasi dan Program Pendukung
Ke depan, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan. Tujuannya agar Program Gampang Kerja semakin tepat sasaran dan mampu menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
Sachrudin juga mengingatkan bahwa berbagai program pendukung perlu terus diperkuat, seperti:
- Beasiswa Tangerang Cerdas
- Pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja
- Penguatan usaha mikro
- Renovasi Rumah Tidak Layak Huni
"Fokus kita bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan masyarakat memiliki akses dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri," tegas Sachrudin.
Dalam konteks yang lebih luas, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan Program 3G—Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako—sebagai instrumen utama pembangunan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.



