Kisah Pilu Ojol di Jakarta: Jalanan Lengang, Orderan Menyusut Saat Libur Lebaran
Ojol di Jakarta: Jalanan Lengang, Orderan Susut Saat Lebaran

Kisah Pilu Ojol di Jakarta: Jalanan Lengang, Orderan Menyusut Saat Libur Lebaran

Suasana libur Lebaran di Jakarta membawa dua sisi yang kontras bagi para pengemudi ojek online atau ojol. Di satu sisi, jalanan ibu kota terasa lebih lengang dan lancar dari biasanya, namun di sisi lain, sepinya aktivitas warga justru mengakibatkan penurunan drastis dalam jumlah orderan penumpang.

Pengalaman Rudi: Dari 15 Perjalanan Menjadi Hanya Rp 100 Ribu Sehari

Rudi, seorang pengemudi ojol yang telah bekerja sejak 2015, merasakan betul perubahan ini. Dia mengungkapkan bahwa orderan penumpang turun signifikan sejak masa libur Lebaran dimulai. "Ini sudah nggak ada orang, dua hari ini saya hampir tidak dapat penumpang," kata Rudi saat ditemui di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, pada Jumat, 20 Maret 2026.

Biasanya, pada hari kerja, Rudi mampu menyelesaikan 10 hingga 15 perjalanan dalam sehari, dengan penghasilan mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Namun, saat libur Lebaran, dia terpaksa beralih ke layanan pengangkutan belanjaan seperti Goshop untuk tetap berpenghasilan. "Sekarang ngikutin zaman saja, main Goshop aja saya. Kalau cuma ngandelin angkut penumpang, enggak dapat duit," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Meski begitu, penghasilannya tetap jauh berkurang. Dalam sehari, Rudi hanya mampu membawa pulang sekitar Rp 100 ribu, jauh di bawah rata-rata hariannya.

Cerita Yudi: Optimisme di Tengah Penurunan Pendapatan

Hal serupa dialami oleh Yudi Prasetyo, pengemudi ojol lainnya yang memilih tidak mudik tahun ini. Yudi mengaku bahwa pada hari biasa, penghasilannya bisa mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per hari. Namun, selama libur Lebaran, pendapatannya menyusut drastis.

"Ini saya baru dapat Rp 50 ribu setelah bekerja sejak siang. Kalo hari biasa, bisa dapet Rp 250 sampai Rp 300 ribu," ujar Yudi. Menurutnya, berkurangnya orderan terjadi karena sebagian besar warga Jakarta mudik ke kampung halaman, sementara yang tetap tinggal cenderung menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa banyak bepergian.

Yudi juga mengakui bahwa kondisi lalu lintas selama libur Lebaran jauh lebih bersahabat. "Jalanan memang lancar, enggak macet-macet," imbuhnya. Meski demikian, dia berharap situasi ini tidak berlangsung lama dan aktivitas akan kembali normal setelah liburan usai. "Semoga minggu depan udah normal lagi, banyak orderan, orang-orang sudah kembali bekerja," harap Yudi.

Dampak Libur Lebaran pada Ekonomi Ojol

Pengalaman Rudi dan Yudi mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak pengemudi ojol di Jakarta selama libur Lebaran. Berikut adalah beberapa poin kunci:

  • Penurunan Orderan Penumpang: Aktivitas mudik menyebabkan berkurangnya permintaan akan layanan ojol.
  • Perubahan Strategi: Pengemudi terpaksa beralih ke layanan lain, seperti pengangkutan belanjaan, untuk bertahan hidup.
  • Penghasilan Menyusut: Pendapatan harian bisa turun hingga 50-80% dari biasanya.
  • Kondisi Lalu Lintas: Jalanan yang lebih lancar menjadi satu-satunya hiburan di tengah kesulitan ekonomi.

Meski menghadapi kendala, para pengemudi ojol tetap optimistis bahwa situasi akan membaik setelah liburan berakhir. Mereka berharap aktivitas perkotaan kembali normal dan orderan meningkat seperti sedia kala.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga